Suara.com - Momen Big Campaign seperti tanggal kembar, periode jelang Harbolnas hingga Harbolnas selalu menjadi musim checkout favorit bagi para pembeli dan berpotensi meningkatkan penjualan pelaku UMKM.
Guna mempersiapkan pelaku UMKM sambut periode Road to Harbolnas secara optimal, Shopee berkolaborasi dengan Anteraja menghadirkan pelatihan bisnis digital yang membekali UMKM lokal dengan berbagai kiat dan strategi promosi jitu.
Bertempat di Kampus UMKM Shopee Jakarta, puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Jagoan Lokal Anteraja, mendapat pelatihan komprehensif yang dibawakan oleh instruktur Kampus UMKM Shopee yang telah bersertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Dalam pelatihan ini, peserta mendapat materi yang membedah berbagai kiat memaksimalkan potensi penjualan di momen kampanye besar, hingga cara optimalisasi operasional toko untuk hadapi lonjakan pesanan.
Lebih dari itu, peserta pelatihan juga dibekali pengetahuan khusus untuk mengoptimalkan strategi promosi dan beriklan guna meningkatkan visibilitas produk penjual. Director of Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi menjelaskan latar belakang Shopee dan Anteraja menyelenggarakan pelatihan ini.
“Momen kampanye besar jelang Harbolnas mulai dari 9.9 hingga 12.12 kerap menjadi momen belanja akhir tahun yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pengguna untuk checkout produk incaran mereka dengan promo besar besaran. Perilaku konsumen ini tentunya juga berpotensi meningkatkan penjualan para pelaku UMKM. Oleh karena itu, kami mengadakan pelatihan ini untuk membantu melengkapi para penjual dengan strategi persiapankampanye yang tepat. Melalui pelatihan ini, kami harap para pelaku UMKM bisa mendapat berbagai ilmu untuk perkuat operasional toko jelang hadapi momen kampanye besar akhir tahun,” tuturnya.
Pelatihan kolaborasi antara Shopee dan Anteraja ini juga merupakan bagian dari pelatihan Kampus UMKM Shopee Kelas Online, inovasi program pelatihan yang memberikan kemudahan bagi seluruh UMKM di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan Kampus UMKM Shopee secara online dan memilih program pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sejak tahun 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pelatihan keterampilan bisnis kepada jutaan UMKM di seluruh Indonesia melalui lebih dari 350 ribu jam pelatihan dan menghadirkan hampir 400 modul pelatihan. VP Sales, Growth & Customer Experience Anteraja, Sebastianus Waryanto, juga menyambut positif kolaborasi pelatihan bersama Shopee sebagai upaya mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM di era digital.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para Penjual yang tergabung dalam Komunitas Jagoan Lokal Anteraja dapat memperoleh pengetahuan baru agar lebih siap dalam menghadapi potensi lonjakan pesanan jelang kampanye besar. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat daya saing bisnisnya," ungkapnya.

dengan materi yang dibawakan dalam edisi pelatihan kali ini.
(Dok: Istimewa)
Salah satu peserta pelatihan, Derry yang juga seorang Digital Marketing dari brand suplemen organik lokal, Beorganik, mengungkapkan bahwa berbagai materi yang disampaikan oleh tim Kampus UMKM Shopee sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa tokonya.
“Ada beberapa insight yang kami dapatkan di pelatihan ini yang kebetulan belum pernah kami terapkan sebelumnya. Mulai dari cara beriklan hingga cara mengatur budget beriklan yang optimal. Lebih lanjut saya juga belajar banyak soal dashboard Shopee serta bagaimana menggunakan data tersebut sebagai acuan strategi beriklan Beorganik,” ucap Derry.
Di sisi lain, Nevana, dari Pure and Health, juga bersyukur dapat melakukan sesi konsultasi bersama dengan pelatih Kampus UMKM Shopee selama pelatihan berlangsung.
“Pelatihan berhasil menjawab kebingungan saya soal cara menggunakan fitur Ads dengan lebih strategis. Salah satunya soal meningkatkan impresi produk sehingga makin banyak pembeli yang melihat dan juga aware terkait produk kami,” ujar Nevana. ***