Dari Gang ke Gang, Komling Jemput Sampah Organik Warga Gandaria Utara

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 September 2026 | 19:30 WIB
Dari Gang ke Gang, Komling Jemput Sampah Organik Warga Gandaria Utara
Inovasi Gerobak Kompos Keliling karya warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sumber: Dok Pribadi

Suara.com - Setiap sore pukul 17.00, suara “Komling... Komling... Kompos keliling” terdengar di RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Suara itu menandai kedatangan petugas yang berkeliling menggunakan gerobak listrik untuk menjemput sampah organik dari rumah warga.

Sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi kompos.

Program Kompos Keliling atau Komling ini digagas Ketua RT 11 Imam Basori, yang akrab disapa Ibas. Sejak Mei 2026, tim Komling mengumpulkan sekitar 5–10 liter sampah organik setiap hari dan mengolahnya menggunakan komposter sederhana dalam waktu sekitar enam jam.

“Kita masuk gang-gang, jemput bola ke rumah-rumah warga, dan kita hanya mengambil sampah organiknya,” kata Ibas.

Inisiatif tersebut berjalan ketika Jakarta tengah menghadapi persoalan kapasitas pengelolaan sampah.

Sejak 1 Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta menerapkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur agar TPST Bantargebang hanya menerima residu, yakni sampah yang sudah tidak dapat diolah atau didaur ulang.

Kebijakan ini mengubah pola pengelolaan sampah dari “angkut-buang” menjadi “pilah-angkut-olah”. Warga didorong memilah sampah sejak dari sumbernya sebelum diangkut.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 2026, setiap hari, TPST itu menampung sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah kiriman dari Jakarta dan sekitarnya, dengan volume tahunan yang konsisten berada di atas 2,5 juta ton.

baca juga

Skema lama "angkut-buang" kini diganti dengan "pilah-angkut-olah", sebagai bagian dari target besar Pemprov DKI menghentikan total praktik open dumping pada 2029.

Artinya, mulai sekarang, setiap rumah tangga di Jakarta dituntut untuk bisa memilah sampahnya sendiri sejak dari sumbernya. 

Warga Ternyata Belum Tahu Bedanya Sampah

Kompleks RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, tampil sangat asri dan bersih berkat kesadaran lingkungan warga setempat. Sumber: Dok Pribado
Kompleks RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, tampil sangat asri dan bersih berkat kesadaran lingkungan warga setempat. Sumber: Dok Pribado

Saat pertama kali menjalankan Komling, Ibas menemukan sesuatu yang tidak ia duga sebelumnya. Banyak warga, kata dia, sebenarnya belum benar-benar paham perbedaan jenis sampah.

"Masyarakat kita itu belum paham, apa sih itu sampah organik, apa itu sampah anorganik, apa itu sampah residu dan B3,"ujarnya. 

Sampah organik, anorganik, sampah B3 atau bahan berbahya dan beracun, hingga sampah residu, adalah empat kategori yang sekarang justru menajadi syarat wajib dalam kebijakan pemilahan sampah dari rumah versi Pemprov DKI. Temuan Ibas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan sebenarnya bukan sekadar soal warga malas memilah, melainkan soal warga belum tahu caranya.

Di sinilah metode "jemput bola" yang dijalankan Komling justru menemukan fungsinya yang paling penting.

Alih-alih hanya menempel imbauan atau membagikan brosur, petugas Komling mendatangi rumah warga satu per satu, sambil ikut menjelaskan langsung mana yang termasuk sampah organik, mana yang bukan.

"Kita edukasi sekaligus, langsung kita praktikkan," kata Ibas.

Edukasi itu bahkan dikemas dengan cara yang tidak terasa menggurui. Ada jingle "KomLing mania" yang diputar setiap kali gerobak berkeliling, menjadi penanda sekaligus pengingat bagi warga.

Ada juga permainan bertema pilah sampah yang dibuat khusus untuk lomba tujuh belasan dan sosialiasi ke anak-anak sekolah, di mana peserta harus berlari mengambil jenis sampah tetentu dan menebak kategorinya edngan benar.

"Kalau kita ngomong soal sampah biasa saja, anak-anak nggak tergiur. Tapi kalau dikemas dengan hal yang menyenangkan, saya yakin mereka juga mau," ujarnya.

Pelajaran dari Gang Kecil untuk Kota Besar

Gapura menuju kompleks RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sumber: Dok Pribadi
Gapura menuju kompleks RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sumber: Dok Pribadi

Bagi Ibas, solusinya harus dimulai dari hulu. Sampah organik, katanya, sebaiknya diselesaikan di tingkat rumah tangga agar tidak terus menambah beban Bantargebang.

“Kita mau selesaikan masalah sampahnya dari hulunya. Kalau hulu sudah kita selesaikan, insyaallah rumah-rumah warga pun tidak perlu lagi menyumbangkan sampah organik ke tempat pembuangan akhir,” ujarnya.

Prinsip ini sejalan dengan dorongan Pemprov DKI agar warga memilah sampah sejak dari sumber. Kompos yang dihasilkan Komling juga dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman dan pakan ikan. Hasil panen sayur dan ikan kemudian dinikmati bersama warga, membentuk siklus kecil dari sampah menjadi pangan.

Model ini mulai menarik perhatian daerah lain. Perwakilan dari Medan, Makassar, Jambi, hingga Surabaya datang mempelajari sistem jemput bola Komling. Program tersebut juga menjadi salah satu finalis Jakarta Innovation Award.

Komling memang bukan solusi tunggal bagi persoalan sampah Jakarta. Namun, inisiatif RT 11 menunjukkan bahwa pengurangan sampah bisa dimulai dari tingkat paling dekat dengan warga: memilah, mengolah, dan mengembalikan sampah organik menjadi sesuatu yang berguna.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Jajaki Hujan Buatan di Langit Jakarta

Atasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Jajaki Hujan Buatan di Langit Jakarta

News | Senin, 07 September 2026 | 18:33 WIB

Masih Diselimuti Abu Krakatau! PJJ Sekolah di Jakarta Diperpanjang hingga Besok

Masih Diselimuti Abu Krakatau! PJJ Sekolah di Jakarta Diperpanjang hingga Besok

News | Senin, 07 September 2026 | 17:01 WIB

Sukses Tundukkan PSM Makassar, Bek Persib Bandung Kirim Psywar ke Persija Jakarta

Sukses Tundukkan PSM Makassar, Bek Persib Bandung Kirim Psywar ke Persija Jakarta

Bola | Senin, 07 September 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×