- Chen Chen dan Detektif Jubun akan merayakan ulang tahun pernikahan kelima belas pada 10 September 2026.
- Chen Chen selalu menjaga kepercayaan penuh dan tidak pernah mencampuri urusan profesional suaminya yang berisiko tinggi.
- Jubun belajar dari berbagai kasus rumah tangga orang lain untuk memperkuat keharmonisan keluarganya sendiri.
Suara.com - Hidup bersama seorang detektif swasta mungkin terdengar seperti kisah dalam film. Setiap hari, sang suami berhadapan dengan berbagai kasus, mulai dari perselingkuhan, penipuan, kebohongan hingga rahasia yang sengaja disembunyikan seseorang.
Namun, bagi Chen Chen, kehidupan tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan rumah tangganya bersama Detektif Jubun selama hampir 15 tahun.
Pada 10 September 2026, pasangan ini akan merayakan ulang tahun pernikahan ke-15. Selama menjalani kehidupan bersama, Chen Chen menyadari ada satu hal yang menjadi fondasi utama hubungan mereka, yakni kepercayaan.
“Kalau suami saya pekerjaannya mencari fakta dan membongkar sesuatu yang disembunyikan orang, jangan sampai di rumah kami malah sibuk saling menyelidiki,” ujar Chen Chen sambil berkelakar.
Sebagai istri seorang investigator, Chen Chen memahami bahwa pekerjaan Jubun membuat suaminya harus berinteraksi dengan banyak orang dan menangani persoalan yang sangat pribadi. Meski demikian, ia memilih untuk tidak mencampuri pekerjaan sang suami.
“Saya tidak pernah ikut campur kasus yang sedang ditangani suami. Saya tahu pekerjaannya membutuhkan kerahasiaan dan profesionalitas. Bagi saya, kalau sudah menjadi pasangan, yang paling penting adalah saling percaya,” katanya.
Bukan berarti perjalanan rumah tangga mereka selalu tanpa tantangan. Profesi Jubun sebagai detektif swasta memiliki risiko tersendiri. Dalam beberapa kasus, pihak yang merasa dirugikan atau tidak senang dengan penyelidikan bahkan dapat memberikan ancaman.
Sebagai seorang istri, Chen Chen tentu pernah merasa khawatir. Namun, ia tidak ingin rasa takut justru menguasai kehidupan keluarganya.
“Kalau ditanya pernah khawatir, tentu pernah. Tetapi saya juga tidak mau hidup terus-menerus dalam ketakutan. Saya percaya suami saya tahu batas dalam menjalankan pekerjaannya. Selebihnya kami berdoa dan menyerahkan perlindungan kepada Tuhan,” tuturnya.
Banyak Menangani Kasus Rumah Tangga
Menariknya, pekerjaan Jubun justru membuatnya banyak melihat persoalan dalam rumah tangga orang lain. Kasus perselingkuhan, konflik pasangan hingga hubungan yang berakhir karena hilangnya kepercayaan menjadi bagian dari pekerjaannya.
Berbagai pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran bagi Jubun untuk semakin menjaga keluarganya sendiri.
“Pekerjaan saya membuat saya melihat banyak sisi kehidupan manusia. Ada kebohongan, perselingkuhan, kekecewaan, kemarahan, dan rumah tangga yang akhirnya hancur. Dari sana saya justru banyak belajar bahwa keluarga harus dijaga,” kata Jubun.
Menurutnya, salah satu kekeliruan dalam pernikahan adalah menganggap hubungan akan otomatis baik hanya karena pasangan telah hidup bersama selama bertahun-tahun.
Padahal, pernikahan merupakan proses panjang yang menuntut kedua pihak untuk terus belajar.
“Pernikahan bukan sesuatu yang setelah menikah kemudian selesai. Justru setelah menikah proses belajarnya dimulai. Belajar memahami karakter pasangan, belajar mengalah, memaafkan dan tetap berkomunikasi,” ujarnya.
Dari berbagai persoalan pasangan yang pernah ditanganinya, Jubun melihat bahwa masalah yang dibiarkan terlalu lama dapat berkembang menjadi jarak emosional hingga krisis kepercayaan.
Karena itu, komunikasi dan kemauan untuk menyelesaikan masalah menjadi hal yang tidak kalah penting dalam menjaga hubungan.
Chen Chen Bukan di Belakang, tapi di Samping Jubun
Memasuki 15 tahun pernikahan, Jubun tidak memandang Chen Chen sebagai sosok yang sekadar berada di balik perjalanan kariernya.
Ia justru melihat sang istri sebagai pasangan yang berjalan bersamanya.
“Saya sering mendengar istilah ada perempuan hebat di balik kesuksesan seorang pria. Kalau saya melihatnya bukan di belakang saya, tetapi di samping saya. Kami berjalan bersama,” ungkap Jubun.
Keduanya pun tidak ingin menggambarkan pernikahan selama 15 tahun sebagai sebuah hubungan yang sempurna.
Sebaliknya, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa rumah tangga dibangun melalui proses panjang, dengan berbagai perbedaan, persoalan, kebahagiaan dan tantangan.
“Tidak ada rumah tangga yang sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna. Jadi menurut saya kuncinya bukan mencari pasangan yang tidak punya kekurangan, tetapi bagaimana dua orang mau terus belajar menerima dan memperbaiki diri,” kata Jubun.
Sebagai investigator yang sehari-hari terbiasa mencari fakta dan bukti, Jubun menyadari bahwa kehidupan keluarga memiliki aturan yang berbeda.
Tidak semua hal dalam rumah tangga harus dibuktikan atau diselidiki. Ada kepercayaan yang justru harus diberikan kepada pasangan.
“Dalam pekerjaan, saya memang harus mencari fakta dan bukti. Tetapi kalau pulang ke rumah, saya adalah seorang suami dan ayah. Di situlah saya belajar bahwa keluarga bukan tempat untuk saling menginvestigasi, tetapi tempat untuk saling percaya,” pungkasnya.
Menjelang 15 tahun pernikahan, Jubun dan Chen Chen pun mengingatkan bahwa menjaga hubungan membutuhkan usaha dari kedua pihak. Pernikahan tidak cukup hanya dengan rasa cinta, tetapi juga membutuhkan perhatian dan kemauan untuk terus merawat hubungan.
“Pernikahan itu seperti taman bunga yang harus selalu dirawat,” ujar keduanya.