- Pelembap mengandung humektan untuk menarik air ke dalam lapisan terluar kulit guna meningkatkan hidrasi.
- Emolien berfungsi sebagai pengisi celah pada permukaan kulit agar terasa lebih halus dan lembut.
- Bahan oklusif membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan air dari permukaan kulit secara efektif.
Contoh bahan oklusif yang umum digunakan adalah petrolatum, mineral oil, paraffin, beeswax, dan dimethicone.
Karena kemampuannya mengurangi kehilangan air, bahan oklusif sangat berguna untuk kulit yang kering dan membutuhkan perlindungan tambahan.
Penggunaannya juga dapat lebih efektif ketika diaplikasikan pada kulit yang masih sedikit lembap setelah mencuci wajah atau mandi, terutama dipakai pada malam hari.
"Anggap saja produk ini sebagai perisai yang mengunci kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritan eksternal," dikutip dari Derma Care Direct.
Mana yang paling penting untuk kulit?
Tidak ada satu jenis bahan yang selalu paling baik. Justru, banyak pelembap diformulasikan dengan kombinasi humektan, emolien, dan oklusif agar dapat memberikan hidrasi sekaligus membantu mempertahankan kelembapan dan memperbaiki tekstur kulit.
Secara sederhana, humektan dapat diibaratkan sebagai bahan yang menarik air, emolien yang menghaluskan permukaan kulit, sedangkan oklusif yang membantu mengurangi air keluar dari kulit.
Karena itu, saat memilih pelembap, jangan hanya melihat tekstur atau klaim "hydrating".
Perhatikan juga kandungan di dalamnya dan sesuaikan dengan kondisi kulit. Kulit dehidrasi mungkin membutuhkan humektan, sedangkan kulit sangat kering dapat memperoleh manfaat dari kombinasi humektan, emolien, dan oklusif.
Demikian artikel yang membahas perbedaan humektan, emolien, dan oklusif dalam pelembap. Semoga membantu!