- Simpan telur di rak tengah menggunakan karton aslinya untuk menghindari fluktuasi suhu dan bakteri.
- Letakkan susu pada bagian belakang rak tengah agar terlindung dari udara hangat dan pembusukan cepat.
- Atur suhu kulkas antara 1 hingga 4 derajat Celsius guna menjaga kesegaran nutrisi makanan tersebut.
Suara.com - Menyimpan telur dan susu dengan benar di kulkas sering dianggap sepele. Padahal posisi penyimpanan sangat menentukan umur simpan dan kualitas keduanya.
Banyak orang masih meletakkan telur di rak pintu atau susu di bagian depan kulkas, tanpa menyadari bahwa fluktuasi suhu di area tersebut justru mempercepat kerusakan. Padahal, kulkas modern memiliki zona suhu berbeda yang bisa dimanfaatkan secara optimal.
Suhu yang stabil adalah kunci utama agar telur dan susu tidak cepat basi. Telur yang terpapar suhu naik-turun berulang kali akan mengalami kondensasi, yang memicu pertumbuhan bakteri. Sementara susu, sebagai produk berprotein tinggi, sangat rentan terhadap perubahan suhu yang membuatnya cepat asam atau berbau tidak sedap.
Selain suhu, faktor kelembaban, paparan cahaya, dan kontaminasi bau dari makanan lain juga memengaruhi kesegaran. Meletakkan telur dan susu di tempat yang tepat bukan hanya soal “ada di kulkas”, melainkan soal menjaga kondisi ideal agar kandungan nutrisinya tetap terjaga lebih lama.
Artikel ini akan membahas posisi terbaik untuk menyimpan telur dan susu di kulkas, dilengkapi alasan ilmiah sederhana serta tips praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa mengurangi pemborosan makanan dan menikmati telur serta susu yang lebih segar setiap hari.

1. Jangan Simpan Telur di Rak Pintu Kulkas
Rak pintu adalah area dengan suhu paling tidak stabil karena sering dibuka-tutup. Setiap kali pintu dibuka, suhu naik, lalu turun lagi saat ditutup.
Fluktuasi ini membuat putih dan kuning telur mengembang-mengempis, sehingga pori-pori cangkang lebih mudah dilalui bakteri.
Akibatnya, telur lebih cepat rusak. Simpan telur di rak tengah atau bawah bagian dalam kulkas untuk suhu yang lebih konstan.
2. Simpan Telur dalam Karton Asli di Rak Tengah
Karton telur original berfungsi sebagai isolator suhu sekaligus pelindung dari bau makanan lain.
Letakkan karton di rak tengah bagian dalam, jauh dari dinding belakang yang terlalu dingin (bisa membekukan) dan jauh dari pintu. Posisi ini menjaga suhu sekitar 4°C yang ideal.
Jangan cuci telur sebelum disimpan karena lapisan pelindung alami pada cangkang akan hilang.
3. Hindari Meletakkan Telur di Laci Sayur
Laci sayur (crisper) memiliki kelembaban tinggi yang dirancang untuk buah dan sayuran.
Kelembaban berlebih justru tidak baik untuk telur karena bisa mempercepat pertumbuhan jamur atau bakteri di permukaan cangkang.
Gunakan laci hanya untuk produk segar yang memang membutuhkan kelembaban tinggi.
4. Susu Paling Baik Disimpan di Rak Atas atau Tengah Bagian Belakang
Rak atas dan tengah bagian belakang biasanya memiliki suhu paling stabil dan dingin. Susu sangat sensitif terhadap suhu di atas 4–5°C.
Meletakkannya di depan atau di pintu membuatnya sering terkena udara hangat setiap kali kulkas dibuka.
Simpan susu di bagian belakang rak agar tetap dalam kondisi dingin optimal.
5. Jangan Simpan Susu di Pintu Kulkas
Meskipun banyak kulkas menyediakan ruang khusus susu di pintu, tempat ini termasuk zona terhangat.
Suhu yang naik-turun mempercepat pertumbuhan bakteri asam laktat, sehingga susu cepat basi atau berbau asam.
Lebih baik gunakan ruang pintu untuk saus, minuman ringan, atau produk yang kurang sensitif suhu.
6. Jauhkan Susu dari Makanan Berbau Menyengat
Susu mudah menyerap bau. Jangan letakkan di dekat bawang, ikan, atau makanan berbumbu kuat.
Gunakan wadah tertutup rapat atau simpan di rak terpisah. Jika memungkinkan, letakkan susu di rak khusus produk dairy agar terhindar dari kontaminasi silang.
7. Perhatikan Suhu Ideal Kulkas Secara Keseluruhan
Pastikan suhu kulkas diatur antara 1–4°C. Gunakan termometer kulkas jika tersedia untuk mengecek zona terdingin.
Bagian belakang rak bawah biasanya paling dingin, cocok untuk daging, tetapi untuk susu lebih aman di rak tengah belakang agar tidak terlalu dekat dengan freezer.
8. Tips Tambahan: Cek Tanggal Kedaluwarsa dan Putar Stok
Selalu praktikkan sistem FIFO (First In, First Out). Letakkan produk yang lebih lama di depan dan yang baru di belakang.
Jangan biarkan telur atau susu terlalu lama di luar kulkas saat memasak. Setelah dibuka, susu sebaiknya dikonsumsi dalam 5–7 hari meski masih dalam masa kedaluwarsa.
9. Gunakan Wadah Tertutup untuk Telur yang Sudah Pecah atau Dikupas
Jika telur sudah dipecah atau dikupas, simpan di wadah kedap udara di rak tengah. Jangan biarkan terbuka karena mudah terkontaminasi.
Untuk susu yang sudah dibuka, pastikan tutupnya rapat dan simpan kembali segera setelah digunakan.
10. Hindari Menyimpan di Dekat Pendingin atau Dinding Belakang yang Terlalu Dingin
Beberapa kulkas memiliki area yang hampir membeku di bagian belakang. Telur yang membeku akan merusak tekstur, sementara susu bisa mengalami pemisahan.
Cek suhu dengan meletakkan termometer sementara di beberapa zona untuk menemukan “sweet spot” terbaik di kulkas Anda.
Dengan menerapkan posisi penyimpanan di atas, umur simpan telur bisa mencapai 3–5 minggu dan susu 5–7 hari setelah dibuka. Kebiasaan kecil ini tidak hanya menghemat uang, tetapi juga menjaga kualitas gizi dan rasa makanan sehari-hari.