Cara Memilih Model Alas Kaki Lari dengan Bantalan Responsif, Jangan Cuma Cari yang Empuk

Farah Nabilla

Sabtu, 12 September 2026 | 09:05 WIB
Cara Memilih Model Alas Kaki Lari dengan Bantalan Responsif, Jangan Cuma Cari yang Empuk
ilustrasi sepatu lari (freepik)
baca 10 detik
  • Pelari harus memilih sepatu lari dengan bantalan responsif yang memberikan energi balik, bukan sekadar empuk.
  • Pemilihan sepatu lari perlu mempertimbangkan jenis foam midsole, bobot, stabilitas, serta disesuaikan dengan jenis latihan.
  • Ketebalan sol sepatu lari tidak menjamin tingkat responsivitas karena dipengaruhi material dan geometri midsole.

Suara.com - Memilih alas kaki lari dengan bantalan responsif tidak cukup hanya dengan mencari sepatu yang terasa empuk ketika dicoba.

Pelari juga perlu memperhatikan kemampuan midsole memberikan sensasi pantulan, membantu transisi langkah, serta tetap stabil ketika digunakan berlari.

Istilah bantalan responsif atau responsive cushioning semakin banyak digunakan oleh produsen sepatu lari. Karakter ini berbeda dengan bantalan yang hanya mengutamakan kelembutan. Sepatu yang responsif biasanya terasa lebih hidup ketika kaki menapak dan melakukan tolakan.

Lantas, bagaimana cara memilih model alas kaki lari dengan bantalan responsif?

Ilustrasi sepatu lari warna mencolok. (Gemini AI)
Ilustrasi sepatu lari warna mencolok. (Gemini AI)

1. Kenali karakter bantalan yang dicari
Langkah pertama adalah membedakan antara empuk dan responsif.

Sepatu yang empuk lebih menonjolkan kemampuan meredam tekanan saat kaki mendarat. Sementara itu, bantalan responsif memberikan sensasi bounce atau energi balik sehingga langkah terasa lebih bertenaga.

Dokter sekaligus influencer lari dr. Tirta Mandira Hudhi juga pernah membahas pentingnya karakter pantulan pada sepatu lari. Dalam rekomendasinya, ia menilai sepatu yang baik bukan hanya terasa empuk, tetapi juga mempunyai efek pantulan yang membantu saat berlari.

Artinya, jangan langsung memilih sepatu hanya karena midsole terasa sangat lembut ketika ditekan dengan tangan.

2. Perhatikan jenis foam pada midsole
Midsole merupakan bagian terpenting ketika membicarakan karakter bantalan. Setiap produsen menggunakan formulasi foam berbeda sehingga sensasi yang dihasilkan juga tidak sama.

baca juga

Sebagai contoh, Nike menggunakan ZoomX pada sejumlah sepatu larinya. Dalam lini seperti Vomero Plus, foam tersebut ditujukan untuk memberikan kombinasi bantalan dan pengembalian energi.

Sementara itu, New Balance menggunakan FuelCell pada sejumlah model performanya. Dalam review dr. Tirta terhadap New Balance Rebel 5, FuelCell disebut sebagai foam yang ringan dan responsif dengan energy return tinggi untuk membantu memberikan dorongan ketika berlari.

Karena itu, saat mencari sepatu responsif, periksa informasi midsole yang diberikan produsen. Jangan hanya terpaku pada ketebalan sol.

3. Sesuaikan dengan jenis latihan
Sepatu dengan bantalan responsif paling menarik untuk pelari yang membutuhkan sensasi dorongan saat bergerak.

Untuk daily run, pilih sepatu yang tetap responsif tetapi tidak terlalu agresif. Karakter seperti ini biasanya lebih fleksibel digunakan untuk jogging, latihan rutin, hingga lari jarak menengah.

Untuk tempo run atau interval, pelari dapat mempertimbangkan sepatu yang lebih ringan dengan foam yang terasa lebih cepat ketika melakukan tolakan.

Sedangkan untuk long run, bantalan responsif sebaiknya tetap diimbangi dengan kenyamanan dan stabilitas. Sepatu yang terlalu lembut atau terlalu tidak stabil belum tentu cocok digunakan berlari dalam waktu lama.

4. Jangan menganggap semakin tebal berarti semakin responsif
Midsole yang tebal memang dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan tambahan, tetapi stack height tinggi tidak otomatis membuat sepatu lebih responsif.

Karakter responsif dipengaruhi oleh material foam, konstruksi midsole, geometri sepatu, bobot, serta bagaimana sepatu tersebut berinteraksi dengan gaya lari penggunanya.

Contohnya, ASICS Superblast 2 yang pernah direkomendasikan dr. Tirta menggabungkan FF BLAST PLUS dan FF TURBO PLUS untuk menghasilkan bantalan yang terasa responsif. Sementara Saucony Endorphin Speed menggunakan PWRRUN PB serta pelat nilon untuk memberikan sensasi lari yang ringan dan bertenaga.

Jadi, jangan menjadikan ketebalan sol sebagai satu-satunya indikator.

5. Coba langsung dan rasakan saat berjalan
Jika memungkinkan, jangan membeli sepatu lari hanya berdasarkan foto dan spesifikasi.

Saat mencoba sepatu, gunakan kaus kaki yang biasa dipakai berlari. Pastikan jari kaki masih mempunyai ruang gerak dan tumit tidak mudah terangkat dari bagian belakang sepatu.

Kemudian, lakukan beberapa langkah cepat atau jogging ringan. Perhatikan apakah midsole terasa terlalu lembek, terlalu keras, atau justru memberikan dorongan yang nyaman.

Bantalan responsif yang bagus bukan berarti harus terasa seperti memantul tinggi. Yang terpenting adalah sensasinya sesuai dengan kebutuhan dan nyaman digunakan.

6. Pertimbangkan berat sepatu
Responsivitas juga berkaitan dengan bobot keseluruhan sepatu.

Sepatu dengan foam responsif tetapi bobotnya terlalu berat mungkin tidak memberikan sensasi lari secepat yang diharapkan. Sebaliknya, sepatu yang sangat ringan belum tentu memiliki bantalan yang cukup untuk long run.

Karena itu, cari titik tengah antara bobot, cushioning, stabilitas dan kebutuhan latihan.

7. Pilih berdasarkan gaya lari, bukan tren
Model yang populer di kalangan pelari belum tentu cocok untuk semua orang.

Suara.com sebelumnya juga mencatat bahwa sepatu seperti ASICS Novablast 5, New Balance Rebel 5 hingga Adidas Adizero Evo SL memiliki karakter berbeda meskipun sama-sama dapat digunakan untuk berlari. Dalam ulasan dr. Tirta, misalnya, New Balance Rebel 5 dinilai nyaman dan responsif, tetapi karakter penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis latihan.

Pelari pemula sebaiknya tidak langsung mengejar sepatu dengan karakter paling agresif. Untuk latihan harian, model yang memberikan kombinasi cushioning nyaman, responsivitas cukup, dan stabilitas biasanya lebih mudah digunakan.

Cara memilih alas kaki lari dengan bantalan responsif bukan dengan mencari sol yang paling empuk atau paling tebal. Perhatikan jenis foam, karakter energy return, bobot, stabilitas, geometri midsole dan tujuan penggunaan.

Untuk daily run, pilih responsivitas yang tetap nyaman. Untuk tempo atau interval, karakter yang lebih ringan dan agresif dapat dipertimbangkan. Sementara untuk long run, prioritaskan keseimbangan antara pantulan, cushioning dan stabilitas.

Pada akhirnya, sepatu lari terbaik adalah model yang terasa nyaman dan mendukung pola langkah penggunanya, bukan sekadar sepatu dengan teknologi paling tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:06 WIB

Harga Sepatu Lari New Balance Terbaru, Ini 4 Seri Terbaik untuk Daily Run hingga Race

Harga Sepatu Lari New Balance Terbaru, Ini 4 Seri Terbaik untuk Daily Run hingga Race

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 13:05 WIB

3 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Maraton Pilihan dr Tirta, Cek Spek dan Harganya

3 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Maraton Pilihan dr Tirta, Cek Spek dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:44 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Toe Box Lebar, Jari Kaki Bebas Lecet

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Toe Box Lebar, Jari Kaki Bebas Lecet

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:18 WIB

5 Sepatu Lari Puma Terbaik untuk Wanita, Cocok Buat Latihan hingga Lomba Maraton

5 Sepatu Lari Puma Terbaik untuk Wanita, Cocok Buat Latihan hingga Lomba Maraton

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×