Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Dinda Rachmawati

Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB
Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien
Masa Depan Industri Aesthetic: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Beauty World Indonesia menyelenggarakan Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 untuk membahas strategi bisnis dan teknologi kecantikan.
  • Acara tersebut menghadirkan para ahli global guna mengintegrasikan teknologi berbasis data, kedokteran regeneratif, serta pelayanan klinik.
  • Pertemuan ini bertujuan mendorong industri estetika Indonesia agar semakin profesional, inovatif, dan berkelanjutan bagi pasien.

Suara.com - Dunia kecantikan di Indonesia terus berkembang. Masyarakat kini tidak hanya mencari perawatan untuk membuat penampilan terlihat lebih menarik, tetapi juga semakin memperhatikan kesehatan kulit, pencegahan penuaan, hingga perawatan yang lebih personal sesuai kondisi masing-masing.

Perubahan kebutuhan tersebut membuat persaingan klinik kecantikan semakin ketat. Memiliki teknologi atau treatment terbaru saja tidak lagi cukup. Klinik dituntut mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, memahami kebutuhan pasien, sekaligus memiliki strategi bisnis yang tepat agar bisa bertumbuh secara berkelanjutan.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 yang digelar sebagai bagian dari perayaan 25 tahun Beauty World Indonesia. 

Mengusung tema “Scale Your Clinic, Increase Revenue, Learn from Global Experts”, acara ini mempertemukan dokter, dermatolog, pemilik klinik, hingga pelaku bisnis untuk membahas arah baru industri aesthetic.

CEO Beauty World Indonesia, Bapak Efendi, menilai perkembangan klinik ke depan sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan teknologi, kualitas klinis, pengalaman pasien, dan strategi bisnis.

“Pertumbuhan klinik ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi bagaimana teknologi, clinical excellence, patient experience, dan business strategy dapat terintegrasi menjadi sebuah sistem pertumbuhan yang sustainable,” ujarnya.

Salah satu perubahan yang mulai terasa adalah pemanfaatan teknologi dalam proses konsultasi. Dr. Lau Kian Hong (Edmond), Representative Meicet, membahas penggunaan 3D Skin Analysis yang memungkinkan kondisi kulit pasien ditampilkan melalui data visual.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat konsultasi menjadi lebih transparan dan mudah dipahami pasien.

“Masa depan konsultasi estetika bergerak dari penilaian yang subjektif menuju pendekatan yang lebih berbasis data dan melibatkan pasien secara aktif dalam prosesnya,” kata Dr. Lau.

baca juga

Dengan melihat kondisi kulit secara lebih jelas, pasien diharapkan dapat memahami alasan di balik rekomendasi treatment, sehingga komunikasi dengan dokter menjadi lebih terbuka dan treatment plan dapat dibuat secara lebih personal.

Tidak kalah penting adalah perkembangan regenerative aesthetics. Dr. Samuel Stemi, Representative Re: H Curiosis, menekankan bahwa regenerasi kulit bukan sekadar menghadirkan treatment baru, tetapi membutuhkan ketepatan dalam pemilihan metode dan konsistensi penerapan clinical protocol.

“Regenerative aesthetics bukan sekadar memperkenalkan treatment baru. Ini tentang memahami bagaimana kulit merespons treatment, bagaimana kita mengontrol proses treatment tersebut, serta bagaimana menciptakan pendekatan regenerasi yang lebih presisi dan personal sesuai kebutuhan setiap pasien,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Adi Wijayanto, Founder Biothera Stem Cell Clinic Jakarta, mengingatkan pentingnya membedakan inovasi yang berbasis bukti ilmiah dengan sekadar klaim pemasaran, terutama ketika membahas stem cell dan regenerative medicine.

“Kecantikan regeneratif harus dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan, bukti ilmiah, keamanan, dan praktik klinis yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Dari sisi bisnis, klinik juga perlu membangun hubungan jangka panjang dengan pasien. Dr. Vincentius Fabriyanti, CEO Dr. Vincentius Clinic, mengatakan patient retention dimulai sejak konsultasi pertama.

“Pasien tidak hanya membutuhkan treatment, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai kondisi mereka, treatment plan yang personalized, serta journey yang terarah,” katanya.

Di sisi lain, Dr. Andreas Widiansyah menilai klinik yang mampu bertahan bukan semata-mata yang memiliki teknologi terbaru, melainkan yang mampu memberikan pelayanan secara konsisten.

“Clinical excellence harus terintegrasi dengan kebutuhan pasien dan sistem pelayanan yang konsisten,” ujarnya.

Memasuki era AI, strategi pemasaran pun ikut berubah. Adythia Pratama menjelaskan bahwa AI tidak hanya dapat digunakan untuk membuat konten lebih cepat, tetapi juga membantu klinik memahami konsumen, menemukan peluang pertumbuhan, dan membangun perjalanan pasien yang lebih personal.

“AI bukan hanya tentang membuat konten lebih cepat. Perubahan yang lebih besar terjadi ketika AI digunakan untuk memahami customer, menemukan growth opportunity, membangun personalized journey, dan membuat keputusan marketing berdasarkan business outcomes,” jelasnya.

Pada akhirnya, naik level bagi klinik kecantikan bukan hanya soal membeli teknologi baru. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dipadukan dengan keahlian dokter, keamanan, pengalaman pasien, pelayanan yang konsisten, serta strategi bisnis yang terukur.

Melalui Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026, Beauty World Indonesia ingin mendorong industri aesthetic Indonesia tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga semakin profesional, inovatif, dan mampu memberikan nilai lebih bagi pasien maupun keberlanjutan bisnis klinik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:52 WIB

Menghidupkan AI Indonesia: Solusi Kemajuan atau Penyedot Fosil?

Menghidupkan AI Indonesia: Solusi Kemajuan atau Penyedot Fosil?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:50 WIB

Stella Rissa hingga Auguste Soesastro, Ini Cara Desainer Indonesia Manfaatkan AI

Stella Rissa hingga Auguste Soesastro, Ini Cara Desainer Indonesia Manfaatkan AI

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

×