- Tiga brand fashion lokal memanfaatkan asisten AI Google, Gemini, untuk menciptakan karya otentik melalui pameran di Jakarta.
- Kraton Auguste Soesastro menggunakan Gemini sebagai partner riset untuk mengakses arsip sejarah internasional dalam pembuatan busana khusus.
- Two Stitches memanfaatkan Gemini untuk menyatukan tim dan memangkas waktu pembuatan sampel fisik dari bulan menjadi hari.
Suara.com - Tiga brand fashion lokal Indonesia membuktikan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) mampu memaksimalkan potensi terbaik dari imajinasi seorang seniman.
Mereka adalah Stella Rissa, Two Stitches, dan Kraton Auguste Soesastro. Ketiganya sukses memanfaatkan asisten AI Google, Gemini untuk menciptakan karya otentik dan menarik.
Tiga label mode terkemuka Indonesia ini memanfaatkan Gemini untuk melakukan riset warisan budaya, sebagai penutur kisah karya digital hingga membuat alur produksi yang presisi untuk mengurangi limbah fashion.
"With Gemini, In Craft membuktikan sebuah kebenaran mendasar yaitu teknologi mencapai potensi terbaiknya ketika memberdayakan imajinasi manusia," ujar Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta beberapa waktu lalu.
Berikut ini tiga karya brand fashion lokal yang memanfaatkan AI dalam proses pembuatannya.
Kraton Auguste Soesastro

Auguste Soesastro terkenal dengan teknik penjahitan yang unik yaitu memanfaatkan arsitektural.
Saat membuat rancangan koleksi adibusana khusus atau bespoke couture untuk putri seniman Enrico Soekarno, Kenya Kamalashila Soekarno, ia menjadikan AI sebagai partner riset.
Gemini Deep Research digunakan untuk mengakses arsip internasional yang sebelumnya sulit dijangkau, menerjemahkan dokumen sejarah berbahasa asing, serta memverifikasi silsilah antargenerasi di enam wilayah leluhur.
Auguste juga menggunakan AI untuk memperdalam risetnya, menghadirkan bespoke couture yang dilengkapi dengan catatan narasi terstruktur serta bibliografi riset yang komprehensif.
Stella Rissa

Stella Rissa melalui label STELLARISSA sukses mengembangkan karakter asli menjadi animasi hingga koleksi mainan tiga dimensi.
Dalam prosesnya, Stella menggunakan AI sebagai partner untuk mengembangkan karakter dari tulisan tangan yang dibuatnya.
Selanjutnya, desainer Stella juga menjadikan karakter ini sebagai peraga busana, yang kemudian tampil dalam pengepasan busana runway virtual.
Hasilnya, ia juga sukses menciptakan IP otentik dalam ekosistem digital, lalu dituangkan dalam bentuk figur seni fisik 3D.
Two Stitches

Brand yang diinisiasi Andy Tan dan Jerome Kurnia ini memanfaatkan Gemini untuk menyatukan tim desain dan bisnis yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Berlin dalam perilisan koleksi terbaru mereka yang bertajuk "MRTYNY".
Menggunakan AI untuk membuat simulasi model, Two Stitches mampu mengubah sketsa konsep menjadi kain 3D yang bisa disentuh.
Hasilnya, brand ini mampu memangkas waktu sampel fisik yang biasanya perlu hitungan bulan menjadi hitungan hari.
Melalui konversi sketsa konseptual menjadi simulasi jatuh kain 3D dan pengepasan virtual pada simulasi model di Gemini, TWO STITCHES memangkas waktu yang diperlukan untuk proses pembuatan sampel fisik dari hitungan bulan menjadi hitungan hari.
Nantinya, Two Stitches berharap dengan menggunakan AI untuk membuat sampel fisik, maka pemborosan bisa dikurangi karena produksi dilakukan berdasarkan data atau data-informed craft.