- Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan timbal merupakan cemaran logam berat pada kosmetik yang dibatasi maksimal 20 mg/kg.
- Keberadaan timbal dalam lipstik tidak dapat dideteksi menggunakan ciri fisik maupun metode menggosok produk dengan cincin emas.
- Kepastian kandungan timbal dalam lipstik harus diukur secara kuantitatif melalui pengujian laboratorium menggunakan metode khusus yang akurat.
Suara.com - Lipstik menjadi salah satu produk kosmetik yang digunakan hampir setiap hari. Karena diaplikasikan langsung pada bibir dan sebagian produk berpotensi tertelan, keamanan kandungannya perlu diperhatikan. Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah suatu lipstik mengandung bahan kimia berbahaya atau timbal?
Kekhawatiran mengenai timbal dalam lipstik sebenarnya bukan tanpa alasan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut timbal atau timah hitam (Pb) dapat menjadi cemaran logam berat pada kosmetik. Dalam ketentuan BPOM, terdapat batas cemaran timbal yang diperbolehkan pada kosmetik, yakni tidak lebih dari 20 mg/kg atau 20 mg/L.
Namun, penting diketahui bahwa keberadaan timbal tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat atau mencium lipstik. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Cek nomor notifikasi BPOM
Cara pertama yang paling mudah dilakukan konsumen adalah mengecek nomor notifikasi kosmetik pada kemasan.
Pastikan produk memiliki identitas yang jelas dan nomor notifikasi tersebut sesuai dengan nama produk, merek, serta produsennya ketika dicari melalui kanal resmi BPOM.
Nomor notifikasi tidak berarti konsumen dapat mengetahui seluruh kandungan produk hanya dari nomor tersebut. Namun, pengecekan legalitas merupakan langkah awal untuk menghindari kosmetik yang tidak jelas asal-usulnya.
BPOM sendiri secara berkala melakukan sampling dan pengujian kosmetik yang beredar. Dalam hasil pengawasan, BPOM pernah menemukan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, termasuk timbal.
2. Periksa komposisi dan informasi pada kemasan
Lipstik seharusnya memiliki informasi produk yang jelas, termasuk komposisi, produsen atau pihak yang bertanggung jawab, serta informasi penggunaan yang diperlukan.
Konsumen perlu lebih berhati-hati terhadap lipstik yang dijual tanpa kemasan asli, tidak memiliki daftar bahan, atau tidak mencantumkan identitas produsen dengan jelas.
Perlu dipahami pula bahwa istilah "bahan kimia" tidak otomatis berarti berbahaya. Kosmetik memang tersusun dari berbagai bahan kimia. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bahan tersebut diperbolehkan dan digunakan sesuai ketentuan keamanan kosmetik.
3. Adakah ciri fisik lipstik yang mengandung timbal?
Ini bagian yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Tidak ada ciri fisik khusus yang dapat memastikan sebuah lipstik mengandung timbal.
Warna yang sangat merah, warna yang tahan lama, tekstur tertentu, atau aroma yang menyengat tidak dapat dijadikan bukti bahwa lipstik mengandung timbal.
Demikian pula, lipstik yang memiliki warna lebih gelap atau meninggalkan noda kuat di bibir tidak otomatis mengandung timbal.
Timbal merupakan cemaran yang perlu diukur melalui pengujian, bukan dikenali dari penampilan produk.
BPOM secara tegas menyatakan bahwa pemeriksaan cemaran logam berat dalam kosmetik tidak dapat dilakukan dengan cara menggosok kosmetik menggunakan cincin emas. Pengujiannya perlu dilakukan di laboratorium, antara lain menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Inductively Coupled Plasma (ICP).

4. Jangan percaya tes lipstik menggunakan cincin emas
Tes dengan cara mengoleskan lipstik pada kulit kemudian menggosoknya menggunakan cincin emas sering beredar di media sosial.
Jika warna lipstik berubah menjadi hitam atau gelap, perubahan tersebut kemudian dianggap sebagai tanda adanya timbal.
Anggapan tersebut tidak dapat dijadikan metode untuk mendeteksi timbal. BPOM telah menjelaskan bahwa keberadaan cemaran logam berat pada kosmetik tidak bisa ditentukan melalui metode gosok dengan cincin emas.
Artinya, lipstik yang tidak berubah warna ketika digosok cincin juga belum tentu bebas timbal. Sebaliknya, perubahan warna tidak membuktikan adanya timbal.
5. Waspadai lipstik dengan kondisi produk yang tidak wajar
Meski tidak ada ciri fisik spesifik untuk mendeteksi timbal, konsumen tetap dapat memperhatikan kondisi produk sebagai bagian dari pemeriksaan awal.
Beberapa tanda yang patut membuat konsumen lebih berhati-hati antara lain:
- Kemasan tidak mencantumkan identitas produsen.
- Tidak terdapat daftar komposisi.
- Nomor notifikasi BPOM tidak ditemukan atau tidak sesuai.
- Produk dijual tanpa kemasan asli.
- Tulisan pada kemasan buram, mudah terhapus, atau banyak kesalahan informasi.
- Produk memiliki bau yang sangat menyengat atau berbeda dari karakter produk yang seharusnya.
- Tekstur berubah, terpisah, atau terlihat tidak homogen.
- Produk menyebabkan iritasi seperti rasa terbakar, gatal, kemerahan, atau bibir membengkak.
Namun, tanda-tanda tersebut juga bukan bukti bahwa lipstik mengandung timbal. Iritasi, misalnya, dapat disebabkan berbagai bahan kosmetik dan tidak secara khusus menunjukkan keracunan timbal.
6. Pengujian laboratorium adalah cara untuk memastikannya
Jika ingin mengetahui secara pasti apakah lipstik mengandung timbal, produk harus diuji di laboratorium.
BPOM menyebut pengujian cemaran logam berat dapat menggunakan metode seperti AAS atau ICP. Dengan pengujian tersebut, kandungan timbal dapat diukur secara kuantitatif.
Hal ini juga sejalan dengan pengujian yang dilakukan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. FDA melakukan analisis terhadap ratusan produk lipstik dan kosmetik untuk mengetahui kandungan timbal serta logam lainnya.
7. Mengapa timbal dalam kosmetik perlu diperhatikan?
Timbal merupakan logam berat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. BPOM menyatakan adanya timbal dalam kosmetik dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh.
Karena lipstik digunakan pada bibir, perhatian terhadap cemaran juga penting. FDA menjelaskan bahwa paparan timbal dari produk kosmetik bibir terutama dapat terjadi melalui tertelannya produk, misalnya ketika seseorang menjilat bibir.
Meski demikian, konsumen tidak perlu langsung menganggap semua lipstik mengandung timbal. FDA dalam surveinya menemukan kadar timbal pada produk lipstik yang diuji berada dari di bawah batas deteksi hingga sekitar 7 ppm.