- UNIQLO memperluas koleksi LifeWear dengan meluncurkan tiga jenis hijab baru pada Agustus 2026 di Indonesia.
- Tiga produk tersebut meliputi Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, serta Hijab Georgette yang berharga Rp199.000.
- Koleksi baru ini dihadirkan untuk memenuhi beragam kebutuhan aktivitas harian dan mobilitas tinggi perempuan berhijab.
Tak mengherankan jika modest fashion semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari perempuan Indonesia. Hijab bukan lagi sesuatu yang hanya dikenakan pada kesempatan tertentu, melainkan menjadi bagian dari keseharian dan cara seseorang mengekspresikan dirinya.
Kebutuhannya pun semakin beragam, terlihat dari semakin banyaknya pilihan pakaian dan aksesori yang dirancang untuk mendukung perempuan berhijab.
Dan, kebutuhan terhadap hijab tidak bisa disamaratakan. Ada yang membutuhkan hijab praktis untuk mobilitas tinggi, ada yang lebih mengutamakan tampilan elegan, sementara lainnya mencari bahan yang mudah diatur untuk berbagai kesempatan.
Pendekatan inilah yang menjadi salah satu dasar UNIQLO ketika memperluas koleksi LifeWear untuk perempuan berhijab di Indonesia.
Sebelum menghadirkan kategori Hijab, UNIQLO telah memiliki sejumlah produk yang mendukung kebutuhan modest wear, seperti ciput dan manset serta berbagai koleksi yang dapat dipadupadankan untuk gaya berpakaian tertutup.
Pada Agustus 2026, pilihan tersebut diperluas dengan hadirnya tiga jenis hijab yang memiliki karakter material berbeda, yaitu Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette.
Menariknya, ketiganya seperti mengingatkan bahwa memang tidak ada satu hijab yang harus cocok untuk semua perempuan dan semua situasi.
Tiga Material, Tiga Kebutuhan
Untuk aktivitas yang lebih dinamis, Hijab AIRism Proteksi Sinar UV memberi solusi. Hijab berbentuk segitiga instan yang praktis dikenakan ini menggunakan material AIRism yang ringan, breathable, cepat kering, anti-odor, dilengkapi perlindungan sinar UV serta material stretch.
Hijab ini pernah saya pakai ketika ikut lomba lari 5K, dan memberi pengalaman yang terasa relevan. Ternyata, dalam aktivitas yang membuat tubuh lebih banyak bergerak dan berkeringat, hal-hal seperti bahan yang ringan, kemampuan menyerap atau mengelola kelembapan, serta kepraktisan menjadi pertimbangan yang berbeda dibandingkan ketika memilih hijab hanya berdasarkan tampilannya.

Tetapi, tentu saja tidak setiap hari perempuan diisi dengan olahraga. Ada kalanya perempuan ingin tampil lebih rapi atau memiliki agenda yang membutuhkan sentuhan berbeda.
Untuk kebutuhan tersebut, Hijab Satin hadir dalam bentuk pashmina dengan permukaan halus dan sedikit berkilau. Karakternya memberikan kesan lebih elegan dan dapat digunakan mulai dari keseharian hingga acara formal.

Sementara itu, Hijab Georgette hadir sebagai pashmina dengan bahan ringan, tidak licin, dan mudah di-styling. Pilihan warnanya juga paling banyak di antara ketiganya, yakni 12 warna, sehingga lebih mudah disesuaikan dengan gaya dan wardrobe sehari-hari.
Yang menarik bagi saya justru bukan soal mana yang paling baik, atau harganya yang sangat affordable (Rp199.000), tapi karena hijab yang paling tepat memang bisa jadi berbeda bagi setiap perempuan.

Hijab yang Mengikuti Hidup, Bukan Membatasi Gerak
Cerita di atas mungkin memperlihatkan satu hal, bahwa aktivitas perempuan tidak selalu datang dalam bentuk yang bisa diprediksi.
Pagi bisa berolahraga, dan setelah itu lanjut menjemput anak. Besoknya mungkin harus bekerja atau menghadiri acara semi formal. Hijab yang sama belum tentu menjadi pilihan untuk semua kesempatan, dan justru di situlah pentingnya pilihan.
Pada akhirnya, saya merasa persoalan hijab bukan lagi semata-mata tentang bagaimana membuat penampilan terlihat menarik.
Tentu, warna, bentuk, dan styling tetap penting, karena pakaian adalah bagian dari ekspresi diri. Namun, bagi perempuan yang aktivitasnya semakin beragam, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: Apakah pakaian tersebut bisa ikut menjalani kehidupan bersamanya?
Di luar sana ada perempuan yang harus berpindah dari kantor ke stasiun, seorang ibu yang mengejar waktu menjemput anak, pekerja yang menghabiskan sebagian hari di luar ruangan, atau seseorang yang harus langsung menghadiri acara setelah menjalani rutinitas panjang.
Mungkin inilah alasan mengapa pembicaraan tentang modest fashion tidak lagi cukup berhenti pada soal tren.
Modest fashion juga bicara tentang mobilitas, fungsi, kenyamanan, dan pilihan. Sebab perempuan berhijab tidak menjalani kehidupan yang seragam.
Maka, barangkali hijab yang baik bukanlah hijab yang menentukan bagaimana seorang perempuan harus bergerak. Justru sebaliknya, hijab seharusnya memberi ruang agar perempuan bebas bergerak menjalani hidupnya.