- Krim malam sering kali memiliki tekstur lebih tebal serta mengandung retinoid yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.
- Sinar ultraviolet tetap dapat menembus ke dalam ruangan melalui jendela sehingga kulit memerlukan perlindungan matahari yang memadai.
- Krim malam yang hanya berfungsi sebagai pelembap dasar tidak otomatis berbahaya digunakan pada siang hari tanpa sunscreen.
Suara.com - Krim malam tidak selalu cocok digunakan pada siang hari, bahkan ketika seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Alasannya bukan semata-mata karena label produk bertuliskan “night cream”, tetapi karena sejumlah krim malam dirancang dengan tekstur, konsentrasi bahan aktif, dan fungsi yang berbeda dari pelembap siang.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa krim malam umumnya memiliki tekstur lebih tebal karena dirancang untuk membantu melembapkan, menenangkan, dan mendukung perawatan kulit saat tidur.
Sementara itu, produk siang biasanya dibuat lebih ringan dan dapat dilengkapi perlindungan terhadap paparan sinar matahari.
Lalu, mengapa krim malam tidak dianjurkan sembarangan dipakai pada siang hari?

1. Beberapa krim malam mengandung retinol
Salah satu alasan paling penting adalah kandungan retinol atau retinoid yang cukup sering ditemukan dalam produk perawatan malam.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa retinoid dapat membantu mengatasi sejumlah masalah kulit, termasuk garis halus, perubahan pigmentasi, tekstur kulit dan jerawat. Namun, retinoid juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga penggunaannya dianjurkan pada malam hari, disertai perlindungan matahari pada siang hari.
DermNet NZ juga mencatat bahwa retinoid topikal dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitivitas terhadap matahari. Penggunaan pada malam hari membantu mengurangi paparan tersebut.
Karena itu, apabila krim malam mengandung retinol atau retinoid, jangan menjadikan produk tersebut sebagai pelembap siang hanya karena kulit sedang berada di dalam rumah.
2. Berada di dalam ruangan bukan berarti kulit bebas dari UV
Anggapan bahwa kulit tidak membutuhkan perlindungan matahari karena seharian berada di dalam ruangan juga perlu diluruskan.
Paparan sinar ultraviolet tetap dapat terjadi selama seseorang berada di lingkungan yang memungkinkan masuknya cahaya matahari, misalnya dekat jendela atau ketika sesekali keluar rumah.
DermNet NZ menjelaskan bahwa paparan UV merupakan faktor penting dalam terjadinya kerusakan akibat matahari. Perlindungan dapat dilakukan dengan mengurangi paparan, menggunakan pakaian pelindung dan memakai sunscreen dengan perlindungan UVA yang baik.
Jadi, rutinitas pagi tetap sebaiknya mempertimbangkan perlindungan terhadap sinar matahari, terutama jika menggunakan bahan aktif yang berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit.

3. Tekstur krim malam biasanya lebih berat
Perbedaan krim malam dan krim siang bukan hanya soal kandungan aktif.
Menurut Cleveland Clinic, night cream biasanya mempunyai tekstur yang lebih tebal karena difokuskan untuk memberikan kelembapan dan membantu menenangkan kulit ketika tidur. Sebaliknya, day cream cenderung lebih ringan dan dapat diformulasikan untuk kebutuhan aktivitas pada siang hari.
Krim yang terlalu berat bagi kondisi kulit seseorang pada siang hari dapat terasa lebih lengket atau berminyak. Pada kulit berminyak dan acne-prone, pemilihan produk non-comedogenic juga menjadi pertimbangan penting.
Namun, tekstur berat bukan berarti krim malam pasti menyebabkan jerawat. Respons kulit sangat bergantung pada formula dan kondisi masing-masing orang.
4. Krim malam tidak otomatis berbahaya jika dipakai siang
Ini bagian yang sering disalahpahami. Tidak semua produk dengan label “night cream” mengandung retinol atau bahan yang sensitif terhadap cahaya.
Ada krim malam yang pada dasarnya hanya merupakan pelembap dengan kandungan seperti ceramide, glycerin, hyaluronic acid, squalane atau bahan pelembap lainnya.
Artinya, larangan menggunakan krim malam pada siang hari tidak berlaku secara mutlak untuk semua produk.
Yang perlu diperhatikan adalah daftar kandungan, petunjuk pemakaian pada kemasan, serta kondisi kulit pengguna.
Jika krim malam hanya berfungsi sebagai pelembap dan tidak memiliki bahan aktif yang memang ditujukan untuk penggunaan malam, secara fungsi produk tersebut belum tentu bermasalah ketika digunakan pada siang hari. Namun, produk itu juga tidak otomatis menggantikan sunscreen.
5. Bagaimana jika krim malam mengandung retinol?
Jika krim malam mengandung retinol, gunakan sesuai petunjuk produk, umumnya dalam rutinitas malam.
AAD menyarankan penggunaan retinoid secara bertahap karena bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi. Kulit yang mengalami iritasi juga lebih berisiko mengalami masalah pigmentasi, terutama pada kulit yang mudah mengalami hiperpigmentasi.
DermNet NZ juga mencatat efek samping retinoid topikal seperti kemerahan, kulit kering, pengelupasan dan sensitivitas terhadap matahari.
Karena itu, rutinitas sederhana dapat dilakukan dengan membersihkan wajah, menggunakan produk perawatan yang sesuai, kemudian mengaplikasikan krim malam sesuai petunjuk.
Pada pagi hari, gunakan produk yang memang ditujukan untuk rutinitas siang dan jangan melewatkan sunscreen.
6. Apakah tetap perlu sunscreen meski bekerja di rumah?
Jawabannya bergantung pada paparan yang diterima kulit. Jika berada di dalam ruangan sepanjang hari dan jauh dari paparan langsung matahari, paparannya tentu berbeda dibandingkan orang yang bekerja di luar ruangan. Namun, ketika seseorang berada dekat jendela atau akan keluar rumah, perlindungan terhadap UV menjadi semakin relevan.
Terlebih jika rutinitas perawatan menggunakan retinoid atau bahan aktif lain yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit.
DermNet merekomendasikan perlindungan dari matahari, termasuk sunscreen spektrum luas dan perlindungan fisik, untuk membantu mengurangi paparan UV.
Jadi, bolehkah krim malam dipakai siang hari?
Tidak bisa dijawab hanya berdasarkan label “krim malam”. Periksa formula dan petunjuk penggunaan produknya.
Jika mengandung retinol atau retinoid, lebih aman mengikuti petunjuk penggunaan pada malam hari dan menggunakan perlindungan matahari pada siang hari.
Jika hanya berupa pelembap tanpa bahan aktif yang sensitif terhadap cahaya, produk tersebut belum tentu bermasalah ketika digunakan pada siang hari. Meski begitu, teksturnya mungkin lebih berat dan belum tentu memberikan perlindungan UV.
Dengan kata lain, yang menentukan bukan sekadar tulisan “night cream”, melainkan kandungan, fungsi, petunjuk pemakaian, kondisi kulit, dan kebutuhan perlindungan matahari.