Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Husna Rahmayunita

Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB
Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya
ilustrasi menghitung weton jodoh berdasarkan hari lahir dan pasaran. (freepik.com/bristekjegor)
baca 10 detik
  • Weton jodoh dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran Jawa.

  • Total neptu pasangan dicocokkan dengan kategori primbon Jawa tradisional.

  • Weton jodoh bisa jadi gambaran, mamun bukan penentu keberhasilan hubungan asmara.

Suara.com - Menghitung jodoh berdasarkan weton banyak dicari masyarakat, untuk mengetahui kecocokan pasangan berdasarkan tradisi Jawa.

Dalam budaya Jawa, weton merupakan perhitungan yang menggabungkan hari kelahiran dengan pasaran dalam kalender Jawa.

Perhitungan weton biasanya menggunakan neptu, yaitu nilai angka yang melekat pada setiap hari dan pasaran.

Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui hasil perhitungan kecocokan calon pasangan berdasarkan tradisi Primbon Jawa.

Meski masih digunakan oleh sebagian masyarakat, hasil perhitungan weton sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya, bukan sebagai kepastian mengenai masa depan sebuah hubungan.

Ilustrasi tunangan (Pexels)
Ilustrasi hitung weton jodoh. (Pexels)

Apa Itu Weton dan Neptu?

Weton adalah gabungan antara hari dalam satu pekan dan hari pasaran ketika seseorang dilahirkan. Dalam kalender Jawa terdapat lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Masing-masing hari dan pasaran mempunyai nilai atau neptu. Nilai tersebut menjadi dasar dalam menghitung weton seseorang maupun kecocokan pasangan.

Neptu Hari

Minggu 5
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9

baca juga

Neptu Pasaran

Legi 5
Pahing 9
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8

Ilustrasi menikah di bulan Muharram. [Freepik.com/teksomolika]
Ilustrasi menikah sesuai weton jodoh.[Freepik.com/teksomolika]

Cara Hitung Weton Jodoh

Setelah mengetahui hari dan pasaran kelahiran kedua pasangan, langkah berikutnya adalah menghitung neptu masing-masing.

Rumus sederhananya:

Neptu weton = Neptu hari + Neptu pasaran

Setelah neptu calon pasangan diperoleh, jumlahkan keduanya. 

Total neptu pasangan = Neptu orang pertama + Neptu orang kedua

Contoh Perhitungan

Misalnya calon istri lahir pada Kamis Pahing, sedangkan calon suami lahir pada Selasa Wage.

Neptu calon istri:

Kamis = 8
Pahing = 9

8 + 9 = 17

Neptu calon suami:

Selasa = 3
Wage = 4

3 + 4 = 7

Selanjutnya, jumlahkan kedua neptu:

17 + 7 = 24

Berdasarkan tabel perhitungan weton jodoh yang umum digunakan dalam primbon Jawa, angka 24 masuk kategori Padu.

Arti Hasil Perhitungan Weton Jodoh

Dalam tradisi primbon Jawa, jumlah neptu pasangan kemudian dikaitkan dengan sejumlah kategori. Berikut makna yang umum dikenal:

1. Pegat

Hasil: 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36

Pegat dalam primbon Jawa dikaitkan dengan berbagai persoalan atau tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa yang berarti berpisah.

Dalam penafsiran tradisional, pasangan dengan hasil Pegat dianggap perlu menghadapi lebih banyak ujian dalam perjalanan rumah tangga.

2. Ratu

Hasil: 2, 11, 20, 29

Kategori Ratu sering dimaknai sebagai pasangan yang dianggap memiliki kecocokan kuat. Dalam kepercayaan primbon, pasangan ini disebut dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan memperoleh penghormatan dari lingkungan sekitar.

3. Jodoh

Hasil: 3, 12, 21, 30

Sesuai namanya, kategori Jodoh dipercaya menggambarkan pasangan yang memiliki kecocokan. Keduanya dianggap mampu menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing serta membangun kehidupan bersama hingga usia lanjut.

4. Topo

Hasil: 4, 13, 22, 31

Topo dikaitkan dengan kehidupan rumah tangga yang menghadapi berbagai tantangan pada masa awal. Menurut penafsiran primbon, pasangan perlu melalui proses adaptasi dan menghadapi perselisihan sebelum mencapai kehidupan yang lebih tenteram.

5. Tinari

Hasil: 5, 14, 23, 32

Tinari umumnya dikaitkan dengan kemudahan dalam memperoleh rezeki dan keberuntungan. Dalam kepercayaan tradisional Jawa, pasangan dengan kategori ini dipercaya memiliki kehidupan yang relatif berkecukupan.

6. Padu

Hasil: 6, 15, 24, 33

Padu berasal dari istilah Jawa yang berkaitan dengan pertengkaran atau perselisihan. Karena itu, kategori ini dipercaya menggambarkan pasangan yang cukup sering menghadapi perdebatan.

Namun, dalam penafsiran primbon, perselisihan tersebut tidak selalu berujung pada perpisahan dan dapat muncul akibat persoalan sehari-hari.

7. Sujanan

Hasil: 7, 16, 25, 34

Sujanan dalam primbon Jawa dikaitkan dengan potensi munculnya masalah kepercayaan dalam hubungan. Salah satu penafsiran yang sering dikaitkan dengan kategori ini adalah adanya persoalan perselingkuhan atau godaan dari pihak tertentu.

8. Pesthi

Hasil: 8, 17, 26, 35

Pesthi merupakan kategori yang dalam primbon Jawa dikaitkan dengan kehidupan rumah tangga yang tenteram, rukun, dan harmonis. Pasangan dengan hasil ini dipercaya dapat membangun kehidupan keluarga yang relatif damai.

Cara Cepat Menghitung Weton Jodoh

Untuk memudahkan, prosesnya dapat diringkas menjadi tiga langkah:

1. Cari hari dan pasaran kelahiran kedua orang.

2. Hitung neptu masing-masing:

Neptu hari + neptu pasaran.

3. Jumlahkan kedua neptu dan cocokkan dengan kategori hasil.

Sebagai contoh:

Kamis Pahing = 8 + 9 = 17
Selasa Wage = 3 + 4 = 7

Total = 17 + 7 = 24

Hasil 24 masuk kategori Padu berdasarkan tabel perhitungan tersebut.

Perlu diingat, weton bukan penentu mutlak jodoh. Hasil penghitungan ini tidak dapat digunakan sebagai ukuran ilmiah untuk menentukan apakah sebuah hubungan akan berhasil atau gagal.

Kecocokan pasangan dipengaruhi oleh komunikasi, nilai yang dianut, kesiapan membangun rumah tangga, kemampuan menyelesaikan konflik, serta berbagai faktor lainnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Arti Weton Tunggak Semi Pembawa Rezeki Tak Pernah Putus

Arti Weton Tunggak Semi Pembawa Rezeki Tak Pernah Putus

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:15 WIB

Daftar Weton Paling Pandai Mencari Uang dan Pantang Menyerah

Daftar Weton Paling Pandai Mencari Uang dan Pantang Menyerah

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 16:40 WIB

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 20:35 WIB

7 Weton yang Pantang Menyerah dan Selalu Dapat Jalan Rezeki Tak Terduga

7 Weton yang Pantang Menyerah dan Selalu Dapat Jalan Rezeki Tak Terduga

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

Belajar dari Lee Jae Myung: Ketika Presiden Mendengarkan Kekecewaan Rakyat

Belajar dari Lee Jae Myung: Ketika Presiden Mendengarkan Kekecewaan Rakyat

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:20 WIB

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

News | Senin, 21 September 2026 | 14:19 WIB

×