Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Agung Pratnyawan

Senin, 21 September 2026 | 15:22 WIB
Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya
Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan di Kawasan Slipi, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penurunan hormon serotonin menjadi penyebab hujan membuat sedih pada tubuh.
  • Kurangnya paparan sinar matahari adalah penyebab hujan membuat sedih utama.
  • Terganggunya siklus tidur ikut memperparah penyebab hujan membuat sedih harian.

Suara.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ketika langit mulai gelap, kita tiba-tiba merasa jauh lebih emosional, seperti disergap rasa sedih, rindu, atau melankolis yang lebih mendalam dibandingkan saat cuaca cerah? Atau merasa sedih saat hujan turun?

Ternyata, fenomena ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan memiliki penjelasan ilmiah di baliknya.

Fenomena ini dalam psikologi dikenal secara umum sebagai Seasonal Affective Disorder

Fenomena ini bukan sekadar perasaan sentimental belaka, melainkan sebuah respons biologis dan psikologis ketika tubuh dan pikiran kita bereaksi terhadap perubahan suasana.

Dikutip dari Healthline, penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa cuaca mendung cenderung memicu kemunculan gejala depresi pada seseorang.

Lebih dari sekadar memengaruhi suasana hati, cuaca ini juga memiliki dampak signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Apa Hubungannya?

Mengingat depresi merupakan kondisi kesehatan mental dengan kriteria diagnosis yang spesifik, cuaca hujan sangat kecil kemungkinannya menjadi penyebab langsung dari munculnya depresi.

Berdasarkan panduan diagnostik DSM-5, seseorang baru dapat terdiagnosis mengalami depresi jika merasakan beberapa gejala mendasar seperti rasa sedih berlarut, perasaan hampa, lemas dan lesu, perubahan pola tidur dan nafsu makan, hingga munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup.

baca juga

Pola ini berlangsung konsisten hampir setiap hari selama minimal dua minggu berturut-turut.

Fenomena ini dalam psikologi dikenal secara umum sebagai Seasonal Affective Disorder (SAD) atau gangguan afektif musiman, serta pengaruh weather-pattern sensitivity terhadap suasana hati.

Ilustrasi Hujan (Unsplash/Lala Azizli)
Ilustrasi Hujan (Unsplash/Lala Azizli)

Saat langit mendung dan hujan turun, terjadi penurunan intensitas cahaya matahari secara drastis.

Cahaya matahari memiliki peran vital dalam memicu produksi hormon serotonin di otak, yaitu senyawa kimia yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia, tenang, dan stabil.

Ketika paparan cahaya berkurang, kadar serotonin dalam tubuh kita ikut turun drastis, yang secara otomatis memicu perasaan lelah, gundah, hingga rasa sedih yang datang tiba-tiba.

Namun hujan tetap dapat mempengaruhi suasana hati meskipun tidak ada riwayat menderita depresi musiman.

Menurut penjelasan dari Kristine Berrett seorang psikolog klinis, kebanyakan orang yang mengalami SAD, mereka merasakan penurunan motivasi, energi, ataupun mood saat hujan turun.

Kekurangan Sinar Matahari Menjadi Salah Satu Penyebabnya

Hujan dan awan mendung memblokir cahaya Matahari yang sampai ke permukaan Bumi. Tentu hal ini memiliki keterkaitan dengan produksi melatonin dan serotonin di tubuh.

Penelitian pada tahun 2008 menyoroti pentingnya paparan matahari dalam meregulasi kadar serotonin di dalam tubuh.

Dalam proses alami tubuh, serotonin akan diubah menjadi melatonin saat malam hari untuk membantu mengatur waktu tidur dan memulihkan stamina.

Namun, mendung menghalangi sinar matahari, sehingga tubuh akan menerima sinyal yang salah dan mengaktifkan melatonin atau hormon yang mengatur waktu kapan kita harus tidur.

Terganggunya ritme hormon ini berpotensi merusak siklus tidur harian, yang kemudian berdampak langsung pada penurunan tingkat energi serta ketidakstabilan suasana hati seseorang sepanjang hari.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Karhutla Kalimantan Disorot Internasional, NASA: Terus Terbakar hingga Musim Hujan

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:22 WIB

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Asian Games 2026 Nagoya Diterjang Topan Dujuan, Jadwal Kompetisi Ditunda

Asian Games 2026 Nagoya Diterjang Topan Dujuan, Jadwal Kompetisi Ditunda

News | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Hak Politik Dicabut 5 Tahun

Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Hak Politik Dicabut 5 Tahun

News | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:18 WIB

BRI Tawarkan Kredit Multiguna Bunga Ringan 8,15% Plus Bonus untuk Karyawan PT KAI

BRI Tawarkan Kredit Multiguna Bunga Ringan 8,15% Plus Bonus untuk Karyawan PT KAI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:18 WIB

Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui

Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Pelangi di Panci Stainless Steel?

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Pelangi di Panci Stainless Steel?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB

×