Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB
Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya
Kebun Raya Bogor (Instagram/@steviniaepin)

Suara.com - Bogor selama ini identik dengan hawa sejuk dan hujan yang datang hampir setiap sore. Namun belakangan, warga kota berjuluk Kota Hujan itu ramai mengeluhkan cuaca yang terasa jauh lebih terik.

Siang hari yang dulu nyaman kini bisa menyengat, dengan suhu udara menyentuh 32 hingga 34 derajat celcius, sementara hujan datang lebih jarang dari biasanya.

Perubahan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah cuaca panas yang melanda Bogor masih tergolong wajar, atau justru menjadi sinyal nyata dari perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan?

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Dr Givo Alsepan, menjelaskan bahwa kenaikan suhu di Bogor bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal. Menurutnya, fenomena ini merupakan hasil kombinasi antara siklus iklim global, pemanasan bumi, dan perubahan tutup lahan akibat urbanisasi yang berlangsung cepat.

Secara klimatologis, suhu udara rata-rata di Bogor sebenarnya berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun kondisi itu bisa bergeser signifikan ketika ada pengaruh dari El Nino-Southern Oscillation atau ENSO, fenomena interaksi laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis yang memiliki dua fase berlawanan, yaitu El Nino dan La Nina.

Saat El Nino berlangsung, suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur menghangat. Akibatnya, pusat pembentukan awan hujan bergeser menjauh dari Indonesia menuju kawasan timur Pasifik. Pasokan uap air ke wilayah Indonesia pun berkurang, curah hujan menurun, dan langit menjadi lebih sering cerah tanpa tutupan awan yang biasanya meredam sinar matahari.

Dr Givo mengungkapkan bahwa El Nino yang tengah berkembang saat ini diprediksi bertahan hingga akhir 2026. Berkurangnya awan membuat radiasi matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi, yang menjadi salah satu penyebab suhu Bogor terasa lebih menyengat dari biasanya.

Meski begitu, ia menegaskan El Nino hanya pemicu jangka pendek. Persoalan yang lebih mendasar adalah perubahan iklim global yang membuat tren suhu terus naik dari tahun ke tahun. Data klimatologi menunjukkan suhu rata-rata tahunan di Bogor konsisten meningkat sejak sekitar 1990, sejalan dengan pemanasan global yang terjadi di seluruh dunia.

“Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut,” kata Dr Givo.

baca juga

Ruang Hijau yang Menyusut

Pemandangan pegunungan hijau di Puncak, Bogor. Sumber: Magnific.com
Pemandangan pegunungan hijau di Puncak, Bogor. Sumber: Magnific.com

Selain faktor iklim global, perubahan wajah kota turut memperparah keadaan. Ruang terbuka hijau di Bogor kian menyusut, sementara kawasan terbangun terus meluas. Kondisi ini memicu fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan, di mana beton dan aspal menyerap serta memantulkan panas jauh lebih besar dibanding vegetasi.

Mengutip penelitian Nurwanda dan Honjo (2018), Dr Givo memaparkan bahwa ekspansi kawasan perkotaan Bogor berlangsung sangat pesat, terutama pada periode 1997 hingga 2007. Selisih suhu antara kawasan urban dan pinggiran kota bahkan melonjak dari sekitar 1,36 derajat Celsius pada 1990 menjadi hampir 2,26 derajat Celsius pada 2017.

Bagi Dr Givo, angka itu menjadi peringatan bahwa pembangunan kota yang tidak dibarengi perlindungan ruang hijau akan memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Vegetasi kota bukan sekadar pemanis lanskap, melainkan penyangga suhu yang menentukan kenyamanan hidup warganya sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian lewat penghijauan lingkungan sekitar rumah dan penerapan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas. Di sisi lain, pemerintah daerah didorong memperkuat tata ruang berbasis iklim serta memperluas ruang terbuka hijau di tengah padatnya pembangunan.

Pohon, menurutnya, adalah solusi alami paling efektif untuk menurunkan suhu udara sekaligus menekan efek pulau panas perkotaan. Tanpa langkah nyata menjaga tutupan hijau, julukan Kota Hujan yang sejuk itu dikhawatirkan hanya akan tinggal kenangan bagi generasi mendatang.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 14:38 WIB

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:37 WIB

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

×