- Kemenkes mendeteksi 74 kasus influenza A subtipe A(H3N2) subclade K di 13 provinsi hingga 10 Januari 2026.
- Virus influenza musiman yang populer disebut super flu ini umumnya menyebabkan gejala ringan hingga sedang.
- Pasien harus segera mendatangi fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari.
Suara.com - Influenza tipe A menjadi perhatian setelah subtipe A(H3N2) subclade K yang populer disebut super flu terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia.
Istilah super flu banyak digunakan untuk menyebut A(H3N2) subclade K, meski nama tersebut bukan klasifikasi medis resmi untuk virus influenza.
Influenza A sendiri merupakan salah satu tipe virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan tingkat gejala mulai dari ringan hingga berat.
Lantas, apa sebenarnya influenza tipe A atau yang disebut super flu, apakah berbahaya, dan kapan penderitanya perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit?
Apakah Influenza Tipe A atau Super Flu Berbahaya?
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, virus tersebut merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun dan bukan virus baru.
Kemenkes juga menyatakan hingga akhir Desember 2025 tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya.
Berdasarkan data Kemenkes, A(H3N2) subclade K pertama kali terdeteksi di Indonesia pada minggu ke-36 tahun 2025 dan hingga 10 Januari 2026 telah ditemukan 74 kasus di 13 provinsi.
Mayoritas kasus mengalami gejala ringan hingga sedang, dengan kebutuhan dukungan oksigen, perawatan ICU, intubasi, dan ventilator yang rendah.
Karena itu, penyebutan super flu tidak berarti A(H3N2) subclade K merupakan virus baru yang secara otomatis menyebabkan penyakit lebih berat. Gejalanya secara umum serupa dengan influenza musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Meski sebagian besar kasus dapat bergejala ringan hingga sedang, influenza tetap merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kondisi serius pada sebagian pasien sehingga gejala perlu dipantau, terutama ketika kondisi tubuh justru memburuk.
Gejala Influenza Tipe A
Influenza tipe A dapat menimbulkan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga seseorang tidak dapat memastikan jenis virus hanya berdasarkan keluhan.
Kemenkes mencatat gejala A(H3N2) secara umum berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, rasa tidak enak badan atau lemas, sakit kepala, hidung berair, dan nyeri otot.
Beberapa gejala yang dapat muncul pada influenza tipe A antara lain:
- Demam, yang menjadi salah satu keluhan umum saat tubuh mengalami infeksi.
- Batuk, yang dapat berlangsung bersamaan dengan gejala pernapasan lainnya.
- Nyeri tenggorokan atau rasa tidak nyaman ketika menelan.
- Hidung berair atau mengalami pilek.
- Sakit kepala.
- Lemas atau malaise, yaitu kondisi ketika tubuh terasa tidak enak dan kehilangan tenaga.
- Nyeri otot atau myalgia.
Gejala tersebut dapat muncul dengan tingkat keparahan berbeda pada setiap orang.
Pemeriksaan laboratorium seperti RT-PCR dapat digunakan untuk mendeteksi influenza apabila diperlukan, dengan pemantauan kasus dilakukan melalui surveilans influenza di fasilitas kesehatan.