Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

Bella

Kamis, 17 September 2026 | 20:41 WIB
Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg
Sound Horeg (YouTube/Qeyla Khanza (2025)
baca 10 detik
  • Kementerian Kebudayaan meninjau penggunaan sound horeg setelah insiden korban jiwa di Jawa Timur pada Agustus 2026.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengevaluasi aturan pengeras suara dan mengkaji batas desibel untuk mencegah gangguan kesehatan masyarakat.
  • DPR RI mendesak pemerintah pusat untuk melarang aktivitas sound horeg yang menimbulkan dampak negatif bagi keselamatan warga.

Suara.com - Kementerian Kebudayaan mulai menyoroti penggunaan sound horeg yang belakangan menimbulkan persoalan di Jawa Timur. Pemerintah tidak hanya melihatnya dari sisi ekspresi budaya, tetapi juga dampak yang ditimbulkan aktivitas dengan sistem audio berukuran besar dan suara sangat keras tersebut.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan pihaknya akan meninjau persoalan penggunaan sound horeg, terutama setelah muncul insiden yang menimbulkan korban jiwa.

"Nanti dari Kementerian Kebudayaan pasti akan mengecek lagi," katanya di Jakarta, Kamis.

Menurut Giring, Kementerian Kebudayaan selama ini mengamati berbagai bentuk ekspresi budaya yang berkembang di masyarakat. Pengamatan tersebut dilakukan untuk melihat ekspresi budaya yang dapat dikembangkan maupun yang perlu dilestarikan.

"Setiap ekspresi budaya kan pasti Kementerian Kebudayaan selalu amati, dan kita selalu lihat mana yang memiliki dampak untuk bisa kita kembangkan, mana dampak yang memang harus kita lestarikan," katanya.

Persoalan sound horeg mencuat setelah sejumlah insiden terjadi di Jawa Timur. Sepanjang Agustus 2026, setidaknya tiga orang meninggal dalam kejadian yang berkaitan dengan penggunaan sound horeg.

Rangkaian kejadian tersebut kemudian mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengevaluasi penerapan aturan mengenai penggunaan pengeras suara di wilayahnya.

Eks Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha. (Suara.com/Bagaskara)
Eks Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha. (Suara.com/Bagaskara)

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono pada 2 September 2026 mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan konsolidasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memastikan penegakan aturan tersebut.

Di tingkat pemerintah pusat, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa regulasi mengenai pengoperasian sound horeg sedang dikaji.

baca juga

"Seperti apa batasan, misalnya, desibel suara yang boleh ada. Kalau ada desibel tertentu yang bisa mengganggu kesehatan, ya, kita larang," katanya, Selasa (15/9).

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI Eka Widodo sebelumnya mendesak pemerintah melarang aktivitas yang melibatkan penggunaan sound horeg menyusul insiden yang menimbulkan korban jiwa di Jawa Timur.

Dengan adanya kajian dari pemerintah pusat dan evaluasi di Jawa Timur, penggunaan sound horeg kini tidak hanya menjadi perdebatan mengenai hiburan atau ekspresi budaya, tetapi juga menyangkut batas kebisingan, dampak terhadap masyarakat, serta aturan penggunaannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:16 WIB

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

Buntut 3 Warga Jatim Tewas, DPR Desak Kemendagri Larang Total Sound Horeg Secara Nasional

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:08 WIB

Seleksi PPAN Jatim 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Terpilih Berkesempatan Mewakili di Tingkat Nasional

Seleksi PPAN Jatim 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Terpilih Berkesempatan Mewakili di Tingkat Nasional

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 10:32 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:15 WIB

7 Wahana di Jatim Park 1 yang Seru untuk Semua Usia

7 Wahana di Jatim Park 1 yang Seru untuk Semua Usia

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:39 WIB

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:32 WIB

Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw

Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 20:30 WIB

Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur

Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 20:30 WIB

Ada Teman Nonton Baru di Bioskop, Smoothies Creamy Sehat dengan 4 Rasa Menggoda

Ada Teman Nonton Baru di Bioskop, Smoothies Creamy Sehat dengan 4 Rasa Menggoda

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:26 WIB

Film Ritual Gaib Tayang Hari Ini di Bioskop, Dinda Hauw Alami Hal Mistis hingga Muntah-Muntah

Film Ritual Gaib Tayang Hari Ini di Bioskop, Dinda Hauw Alami Hal Mistis hingga Muntah-Muntah

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 20:24 WIB

Bukan Cuma Bedak Matte, Ini Cara Tepat Bikin Pori-Pori Wajah Tampak Halus

Bukan Cuma Bedak Matte, Ini Cara Tepat Bikin Pori-Pori Wajah Tampak Halus

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:15 WIB

7 Komponen Wajib yang Harus Langsung Diganti setelah Beli Motor Bekas, Bodi Mulus Belum Tentu Aman

7 Komponen Wajib yang Harus Langsung Diganti setelah Beli Motor Bekas, Bodi Mulus Belum Tentu Aman

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 20:15 WIB

Menteri Mukhtarudin Dampingi Wapres Gibran Terima Wakil PM Malaysia, MoU Pekerja Migran Dikebut

Menteri Mukhtarudin Dampingi Wapres Gibran Terima Wakil PM Malaysia, MoU Pekerja Migran Dikebut

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:14 WIB

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:11 WIB

×