Heboh Disebut Super Flu, Seberapa Berbahaya Influenza Tipe A yang Merebak di Indonesia?

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 22 September 2026 | 15:23 WIB
Heboh Disebut Super Flu, Seberapa Berbahaya Influenza Tipe A yang Merebak di Indonesia?
super flu influenza a (magnific)
baca 10 detik
  • Kemenkes mendeteksi 74 kasus influenza A subtipe A(H3N2) subclade K di 13 provinsi hingga 10 Januari 2026.
  • Virus influenza musiman yang populer disebut super flu ini umumnya menyebabkan gejala ringan hingga sedang.
  • Pasien harus segera mendatangi fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari.

Suara.com - Influenza tipe A menjadi perhatian setelah subtipe A(H3N2) subclade K yang populer disebut super flu terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia.

Istilah super flu banyak digunakan untuk menyebut A(H3N2) subclade K, meski nama tersebut bukan klasifikasi medis resmi untuk virus influenza.

Influenza A sendiri merupakan salah satu tipe virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan tingkat gejala mulai dari ringan hingga berat.

Lantas, apa sebenarnya influenza tipe A atau yang disebut super flu, apakah berbahaya, dan kapan penderitanya perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit?

Apakah Influenza Tipe A atau Super Flu Berbahaya?

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, virus tersebut merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun dan bukan virus baru.

Kemenkes juga menyatakan hingga akhir Desember 2025 tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya.

Berdasarkan data Kemenkes, A(H3N2) subclade K pertama kali terdeteksi di Indonesia pada minggu ke-36 tahun 2025 dan hingga 10 Januari 2026 telah ditemukan 74 kasus di 13 provinsi.

Mayoritas kasus mengalami gejala ringan hingga sedang, dengan kebutuhan dukungan oksigen, perawatan ICU, intubasi, dan ventilator yang rendah.

Karena itu, penyebutan super flu tidak berarti A(H3N2) subclade K merupakan virus baru yang secara otomatis menyebabkan penyakit lebih berat. Gejalanya secara umum serupa dengan influenza musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

baca juga

Meski sebagian besar kasus dapat bergejala ringan hingga sedang, influenza tetap merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kondisi serius pada sebagian pasien sehingga gejala perlu dipantau, terutama ketika kondisi tubuh justru memburuk.

Gejala Influenza Tipe A

Influenza tipe A dapat menimbulkan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga seseorang tidak dapat memastikan jenis virus hanya berdasarkan keluhan.

Kemenkes mencatat gejala A(H3N2) secara umum berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, rasa tidak enak badan atau lemas, sakit kepala, hidung berair, dan nyeri otot.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada influenza tipe A antara lain:

  • Demam, yang menjadi salah satu keluhan umum saat tubuh mengalami infeksi.
  • Batuk, yang dapat berlangsung bersamaan dengan gejala pernapasan lainnya.
  • Nyeri tenggorokan atau rasa tidak nyaman ketika menelan.
  • Hidung berair atau mengalami pilek.
  • Sakit kepala.
  • Lemas atau malaise, yaitu kondisi ketika tubuh terasa tidak enak dan kehilangan tenaga.
  • Nyeri otot atau myalgia.

Gejala tersebut dapat muncul dengan tingkat keparahan berbeda pada setiap orang.

Pemeriksaan laboratorium seperti RT-PCR dapat digunakan untuk mendeteksi influenza apabila diperlukan, dengan pemantauan kasus dilakukan melalui surveilans influenza di fasilitas kesehatan.

Kapan Pasien Influenza A Harus Dirawat?

Tidak semua penderita influenza tipe A membutuhkan rawat inap karena sebagian besar kasus dapat mengalami gejala ringan hingga sedang.

Namun, kondisi pasien perlu mendapatkan perhatian medis ketika keluhan semakin berat atau tidak menunjukkan perbaikan.

Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu untuk beristirahat di rumah, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, dan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik setelah lebih dari tiga hari.

Perawatan di rumah sakit terutama diperlukan ketika kondisi pasien membutuhkan pemantauan dan dukungan medis lebih lanjut, termasuk pada kasus yang mengalami gangguan pernapasan atau komplikasi.

Data Kemenkes menunjukkan mayoritas kasus subclade K memang ringan hingga sedang, tetapi terdapat pula kasus meninggal yang tercatat dalam surveilans, dengan kondisi penyerta pada pasien tersebut.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan penyakit penyerta, perlu lebih waspada ketika mengalami gejala influenza. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:41 WIB

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

4 Bahaya Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk Warga Jakarta dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:36 WIB

Apakah Bahaya Mencampur Sunscreen dan Foundation secara Langsung di Tangan?

Apakah Bahaya Mencampur Sunscreen dan Foundation secara Langsung di Tangan?

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Terkini

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:00 WIB

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:52 WIB

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:45 WIB

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 16:41 WIB

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:38 WIB

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:36 WIB

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:30 WIB

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 16:27 WIB

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 16:25 WIB

×