- Sinergia Group meluncurkan koleksi tren rambut NusaChrome 2027 di Labuan Bajo pada 29 Juli 2026.
- Koleksi ini menggunakan palet warna ungu, hijau, dan oranye yang terinspirasi dari keindahan alam Labuan Bajo.
- Koleksi tren rambut lokal tersebut akan kembali ditampilkan pada acara di Surabaya tanggal 3 November 2026.
Suara.com - Tren warna rambut terus berkembang dengan inspirasi yang semakin beragam, termasuk dari alam dan lanskap destinasi wisata.
Untuk 2027, perpaduan warna yang terinspirasi dari laut, vegetasi tropis, hingga cahaya matahari senja menjadi salah satu pendekatan kreatif dalam mengeksplorasi warna dan gaya rambut.
Inspirasi tersebut terlihat dalam koleksi NusaChrome: Hair Color & Style Trend 2027 – Bajo Isle of Light, yang mengangkat karakter alam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai sumber ide untuk menciptakan tampilan rambut modern.
Koleksi ini diperkenalkan dalam ajang SILCON (Sinergia Ilvasto Convention) 2026 di Labuan Bajo pada 29 Juli 2026. Palet warna ungu, hijau, dan oranye dipilih untuk merepresentasikan perpaduan laut, vegetasi tropis, serta cahaya hangat yang mewarnai langit saat senja.

Ketiga warna tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam menciptakan karakter rambut. Ungu menghadirkan kesan ekspresif dan modern, hijau membawa nuansa yang terinspirasi dari vegetasi, sedangkan oranye memberi sentuhan hangat yang mengingatkan pada cahaya matahari.
Inspirasi alam ini kemudian diterjemahkan ke dalam eksplorasi hair color dan penataan rambut dengan gaya dinamis.
Pendekatannya tidak hanya berfokus pada pilihan warna, tetapi juga bagaimana warna tersebut berpadu dengan teknik pewarnaan, tekstur, dan bentuk rambut untuk menghasilkan tampilan yang memiliki karakter.
Eksplorasi Warna yang Lebih Personal
Tren warna rambut juga membuka ruang bagi individu untuk mengekspresikan karakter melalui pilihan warna. Warna-warna yang terinspirasi dari alam dapat diterapkan dalam berbagai intensitas, mulai dari pantulan warna yang subtil hingga tampilan yang lebih berani.
Salah satu warna yang diperkenalkan dalam koleksi NusaChrome adalah Purple Lilac, yakni nuansa ungu yang dikembangkan untuk memberikan pantulan warna pada rambut.
Pilihan ini memperlihatkan bagaimana warna yang identik dengan tampilan eksperimental dapat diadaptasi menjadi variasi warna rambut yang lebih fleksibel.
Meski demikian, hasil pewarnaan dapat berbeda bergantung pada warna dasar rambut, kondisi rambut, serta teknik aplikasi yang digunakan. Konsultasi dengan penata rambut dapat membantu menentukan pilihan warna dan teknik yang sesuai dengan karakter rambut masing-masing.
Mengangkat Inspirasi Lokal ke Panggung Hairdressing
Penggunaan lanskap Labuan Bajo sebagai inspirasi menunjukkan bahwa tren kecantikan dapat bersumber dari kekayaan visual Indonesia.
Perubahan warna laut, perbukitan, vegetasi, dan langit senja menjadi elemen yang dapat diterjemahkan ke dalam eksplorasi warna maupun gaya rambut.
Founder dan CEO Sinergia Group sekaligus President ICD Intercoiffure Mondial Indonesia, Shierly Nangoy, mengatakan bahwa pengembangan koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas penata rambut Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal sebagai sumber inspirasi.
Menurut Shierly, profesional hairdressing Indonesia perlu terus mengikuti perkembangan internasional sekaligus mengembangkan identitas kreatif yang berangkat dari karakter Indonesia.
Koleksi NusaChrome selanjutnya akan ditampilkan dalam acara di Hotel Fairfield Surabaya pada 3 November 2026. Kegiatan ini melibatkan para profesional hairdressing yang tergabung dalam ICD Intercoiffure Mondial Indonesia cabang Jawa Timur, bersama Ilvasto Hair Color Italia dan Sinergia L'accademia.
Melalui eksplorasi warna yang berangkat dari alam, tren rambut 2027 memperlihatkan bahwa inspirasi untuk penampilan baru tidak selalu datang dari panggung mode internasional. Lanskap lokal pun dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan interpretasi warna dan gaya rambut yang segar.