Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Dinda Rachmawati

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB
Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia
Menikmati Perjalanan Budaya Lewat Musik, Menelusuri Gambang Kromong hingga Teresa Teng (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Galeri Budaya Tionghoa Indonesia di Pantjoran PIK menyelenggarakan pameran Popularia sejak 19 September 2026 hingga 21 Februari 2027.
  • Pameran hasil kolaborasi GBTI dan Irama Nusantara ini menampilkan arsip sejarah serta dokumentasi perkembangan musik populer Indonesia.
  • Pengunjung dapat melihat perpaduan budaya dalam Gambang Kromong dan perjalanan musik Mandarin yang membentuk ekosistem musik nasional.

Suara.com - Berwisata tak selalu harus tentang menikmati pemandangan atau mencoba kuliner. Bagi pencinta budaya, perjalanan juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenal cerita yang membentuk sebuah kota, termasuk melalui musik.

Salah satu pengalaman tersebut bisa ditemukan di Pantjoran PIK, Jakarta Utara. Di kawasan ini, pengunjung dapat mengenal perjalanan musik populer Indonesia sekaligus melihat bagaimana pertemuan berbagai budaya ikut membentuk warna musik yang berkembang di Tanah Air.

Cerita tersebut dihadirkan melalui pameran Popularia: The Untold Story Behind Popular Music in Indonesia yang berlangsung di Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI). 

Pameran hasil kolaborasi GBTI dan Irama Nusantara ini mengajak pengunjung menelusuri sejarah musik Indonesia melalui arsip, dokumentasi, hingga pengalaman mendengarkan karya musik dari berbagai generasi.

Salah satu bagian menariknya adalah pembahasan mengenai Gambang Kromong. Kesenian tradisional Betawi ini menjadi contoh bagaimana musik dapat lahir dari pertemuan budaya yang berbeda. 

Unsur musik Tionghoa berpadu dengan tradisi masyarakat setempat hingga membentuk karakter Gambang Kromong yang kemudian menjadi bagian dari identitas kesenian Betawi.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Jakarta dari sisi berbeda, cerita tersebut memberikan perspektif baru. Kota ini bukan hanya terbentuk dari bangunan, kuliner, dan perkembangan modern, tetapi juga dari interaksi masyarakat dengan latar budaya yang beragam.

Jejak perpaduan budaya itu kemudian berlanjut ke perkembangan musik populer. Popularia turut mengangkat perjalanan musik Mandarin di Indonesia, termasuk sosok Teresa Teng yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah musik populer dan kehidupan pendengar di berbagai negara Asia.

Kehadiran musik Teresa Teng di Indonesia memperlihatkan bahwa batas bahasa tidak selalu menjadi penghalang bagi sebuah lagu untuk diterima. Musik dapat berpindah dari satu ruang budaya ke ruang lainnya dan menemukan pendengar baru dengan latar belakang berbeda.

baca juga

Menariknya, perjalanan tersebut tidak berhenti pada nama penyanyi atau lagu. Pameran juga mengajak pengunjung melihat peran masyarakat Tionghoa Indonesia dalam perkembangan ekosistem musik nasional.

Keterlibatan itu dapat dilihat dari berbagai aktivitas, mulai dari rekaman, produksi, hingga distribusi musik. Ada pula ruang-ruang yang menjadi tempat bertemunya karya dengan pendengar, yang pada akhirnya ikut mendukung perkembangan industri musik dari masa ke masa.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan musik Indonesia tidak dibentuk oleh satu kelompok atau satu jenis budaya saja. Ada banyak pertemuan, pertukaran, dan pengaruh yang kemudian menghasilkan keberagaman musik yang dikenal masyarakat hingga sekarang.

Karena itu, mengunjungi Popularia bisa menjadi pilihan wisata budaya bagi mereka yang ingin melihat Jakarta melalui cerita yang berbeda. 

Setelah menikmati suasana kawasan Pantjoran PIK, pengunjung dapat meluangkan waktu untuk menyusuri arsip dan cerita musik yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia.

Pameran ini juga dapat menjadi pengingat bahwa musik memiliki hubungan erat dengan perjalanan manusia. Sebuah lagu bukan hanya menyimpan melodi dan lirik, tetapi juga dapat merekam perubahan zaman, perpindahan budaya, perkembangan teknologi, serta cara masyarakat menikmati hiburan.

Popularia: The Untold Story Behind Popular Music in Indonesia telah berlangsung sejak 19 September 2026 dan masih dapat dikunjungi hingga 21 Februari 2027 di Galeri Budaya Tionghoa Indonesia, Pantjoran PIK.

Bagi wisatawan yang ingin menambahkan pengalaman budaya dalam agenda perjalanan, pameran ini menawarkan cara yang cukup berbeda untuk mengenal Indonesia: bukan melalui peta tempat wisata, melainkan melalui perjalanan musik dan cerita tentang masyarakat yang ikut membentuknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya, Warisan Leluhur Toga Sinaga Kembali Dilestarikan

Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya, Warisan Leluhur Toga Sinaga Kembali Dilestarikan

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:05 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia

Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

Pura-pura Beli Motor Buat Istri, Pria di Tambora Gasak PCX Showroom Demi Foya-foya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:51 WIB

×