- Psikolog Anastasia Satriyo menyatakan kedekatan anak dan orang tua terbangun dari interaksi kecil yang konsisten setiap hari.
- Survei Lexus menunjukkan sembilan dari sepuluh ibu merasa perlu membuat kegiatan istimewa padahal waktu singkat sudah bermakna.
- URC Indonesia meluncurkan kampanye That’s A Lexus Moment berkolaborasi dengan Mofusand untuk menambah keceriaan keluarga.
Suara.com - Di tengah kesibukan pekerjaan dan rutinitas keluarga, orang tua tak selalu perlu menyiapkan kegiatan khusus untuk membangun kedekatan dengan anak.
Percakapan singkat saat perjalanan pulang sekolah, makan bersama, atau mengobrol sebelum tidur bisa menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan.
Psikolog Anak dan Certified Play Therapist Anastasia Satriyo mengatakan, hubungan yang hangat antara orang tua dan anak dibangun melalui interaksi kecil yang responsif dan dilakukan berulang kali.
“Anak tidak membutuhkan setiap momen bersama orang tua menjadi besar atau sempurna. Hal yang lebih penting adalah pengalaman merasa dilihat, didengar, dan direspons secara konsisten,” jelas Anastasia.
Menurut dia, interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu anak merasa bahwa cerita, emosi, dan keberadaannya dihargai.
Karena itu, membangun kedekatan tidak harus selalu melalui liburan keluarga atau kegiatan istimewa yang membutuhkan persiapan khusus.
“Liburan keluarga tentu dapat menjadi pengalaman yang berkesan. Namun, hubungan yang aman dan hangat lebih banyak dibangun melalui interaksi kecil yang terjadi berulang dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Bagi banyak keluarga, waktu makan atau menikmati camilan bersama juga bisa menjadi kesempatan untuk berbincang dalam suasana santai. Percakapan dapat mengalir secara alami tanpa orang tua perlu menjadikannya agenda khusus.
Kesempatan untuk terhubung pun bisa hadir dari rutinitas lain, seperti menyiapkan kebutuhan anak untuk esok hari, membereskan barang bersama, atau mengobrol sebelum tidur.
Hal sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk mendengarkan cerita anak sekaligus berbagi keceriaan.
Temuan survei biskuit Lexus turut menunjukkan bahwa banyak ibu masih merasa perlu menciptakan pengalaman istimewa agar anak merasa disayang. Sebanyak sembilan dari 10 ibu yang disurvei mengaku merasakan hal tersebut.
Padahal, seluruh responden sepakat bahwa waktu 10–15 menit pun bisa bermakna ketika dijalani dengan perhatian penuh.
Temuan ini memperlihatkan bahwa kualitas kebersamaan tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu atau besarnya kegiatan, tetapi juga oleh perhatian yang diberikan selama berinteraksi.
Melalui kampanye That’s A Lexus Moment, biskuit Lexus mengajak keluarga menemukan keceriaan dalam momen sehari-hari. Tahun ini, ajakan tersebut hadir melalui kolaborasi dengan Mofusand, serial ilustrasi kucing karya ilustrator Jepang Juno.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam kemasan edisi spesial Lexus 190 gram yang dilengkapi satu stiker Mofusand secara acak dari empat desain. Aktivitas sederhana seperti membuka kemasan, melihat stiker yang didapat, hingga melengkapi koleksi dapat menambah keseruan saat menikmati waktu bersama keluarga.
Marketing Director URC Indonesia Rachmawati Sutarto mengatakan, melalui kampanye tersebut, pihaknya ingin mengajak orang tua menikmati kebersamaan yang hadir di tengah rutinitas.
“Momen sederhana yang hadir setiap hari pun menghadirkan keceriaan ketika dinikmati bersama. Itulah semangat That’s A Lexus Moment tahun ini,” ujar Rachmawati.