Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:11 WIB
Rupiah di Bibir Rekor Terlemah
Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Paman Sam terus menguat hingga membawa pasangan kurs USD/IDR mendekati rekor tertinggi, sementara rupiah berada di bibir terlemah sepanjang sejarah. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
  •  Mata uang Paman Sam terus menguat hingga membawa pasangan kurs USD/IDR mendekati rekor tertinggi.
  • USD/IDR berada di level 18.178,4, naik 69,7 poin atau 0,38%. Artinya, untuk membeli US$1 diperlukan sekitar Rp18.178.

Suara.com - Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Paman Sam terus menguat hingga membawa pasangan kurs USD/IDR mendekati rekor tertinggi, sementara rupiah berada di bibir terlemah sepanjang sejarah.

Berdasarkan data Investing.com pada Rabu (28/10/2026), USD/IDR berada di level 18.178,4, naik 69,7 poin atau 0,38%. Artinya, untuk membeli US$1 diperlukan sekitar Rp18.178.

Kurs tersebut bergerak dalam rentang harian Rp18.131,9 hingga Rp18.185. Sementara itu, rentang 52 minggu menunjukkan level terendah Rp16.600 dan level tertinggi Rp18.197,5.

Posisi ini memperlihatkan tekanan terhadap rupiah yang semakin dalam. Pasangan USD/IDR telah menanjak tajam sepanjang setahun terakhir, mencerminkan semakin mahalnya dolar AS jika ditukar dengan rupiah.

Reuters sebelumnya melaporkan pada 27 Oktober bahwa rupiah bergerak di sekitar Rp18.125 per dolar AS, mendekati rekor terlemahnya di Rp18.190. Pelemahan rupiah sepanjang tahun tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 8%.

Rupiah Tertekan Sentimen MSCI

Tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. Salah satu sentimen yang membayangi investor adalah rencana evaluasi MSCI terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia.

Penyedia indeks global tersebut tengah mengkaji kemungkinan perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Kekhawatiran mengenai potensi arus keluar dana asing dari pasar saham domestik turut menjadi perhatian investor.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pergerakan rupiah dan mata uang kawasan masih dipengaruhi ketidakpastian global.

baca juga

“Pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah,” ujar Erwin di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mempertahankan harga minyak pada level tinggi sekaligus meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang menguat turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]
Rupiah menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara berkembang lainnya. [Suara.com/Syahda]

Tekanan rupiah tidak hanya berasal dari luar negeri. Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut membayangi arus modal.

Menurut Erwin sentimen tersebut muncul ketika investor global cenderung menghindari aset berisiko atau memasuki fase risk-off. Akibatnya, dolar AS menguat, sementara arus dana dari pasar negara berkembang menghadapi tekanan.

Kenaikan imbal hasil obligasi juga menjadi faktor yang memperberat kondisi pasar keuangan. Kombinasi penguatan dolar, meningkatnya risiko global, dan kekhawatiran terhadap prospek pasar modal Indonesia membuat rupiah menghadapi tekanan berlapis.

Reuters melaporkan bahwa ketidakpastian hasil evaluasi MSCI dan besarnya potensi arus keluar dana dapat mempertahankan tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Dolar Makin Mahal, Risiko Ekonomi Membesar

Pelemahan rupiah membawa konsekuensi bagi perekonomian Indonesia, terutama melalui biaya impor dan pembayaran kewajiban dalam mata uang asing.

Bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi. Jika kenaikan biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, tekanan terhadap harga barang juga berpotensi meningkat.

Pembayaran utang dalam dolar AS pun menjadi lebih mahal dalam denominasi rupiah, khususnya bagi perusahaan yang tidak memiliki pendapatan dolar atau instrumen lindung nilai yang memadai.

Sebaliknya, eksportir yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS berpotensi menerima nilai rupiah lebih besar ketika pendapatan valuta asing dikonversi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bahkan menilai pelemahan rupiah dapat menambah daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.

“Kalau buat ekspor kan menambah daya saing,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan pergerakan rupiah di tengah tekanan terhadap nilai tukar. “Kita monitor aja dulu, ya,” ujar Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Dasco Minta Kritik Malaysia dan Singapura soal Kabut Asap Dijawab dengan Kerja yang Dapat Diuji

Dasco Minta Kritik Malaysia dan Singapura soal Kabut Asap Dijawab dengan Kerja yang Dapat Diuji

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Sanjie Rilis 'Pertemuan Berikutnya': Kidung Hangat tentang Berpisah dan Mendewasa

Sanjie Rilis 'Pertemuan Berikutnya': Kidung Hangat tentang Berpisah dan Mendewasa

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

×