- Maika Randini menyatakan generasi sandwich khawatir risiko kesehatan dapat menguras tabungan keluarga di Jakarta pada 1 November 2026.
- Sun Life Indonesia meluncurkan entitas mandiri Sunlife Syariah di Jakarta untuk menyediakan solusi perlindungan finansial keluarga.
- Sunlife Syariah menerapkan prinsip saling membantu serta didukung kemitraan dengan beberapa bank syariah demi memperluas akses.
Suara.com - Menjadi generasi sandwich bukan perkara mudah. Di satu sisi, ada kebutuhan anak yang harus dipenuhi, mulai dari biaya pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, orang tua juga membutuhkan perhatian dan dukungan finansial, terutama ketika memasuki usia lanjut.
Situasi ini membuat banyak orang berada dalam posisi harus mengatur keuangan untuk beberapa generasi sekaligus. Mereka tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga masa depan anak dan kesejahteraan orang tua.
Di tengah tanggung jawab tersebut, ada satu kekhawatiran yang kerap muncul: bagaimana jika suatu saat pencari nafkah utama jatuh sakit atau tidak lagi mampu bekerja?
Risiko kesehatan bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Tabungan yang semula disiapkan untuk pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, atau masa depan justru berpotensi terkuras untuk membiayai pengobatan.
Chief Client & Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengatakan bahwa generasi sandwich sebenarnya memiliki perhatian besar terhadap perlindungan finansial. Mereka cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan karena menyadari banyak anggota keluarga yang bergantung pada penghasilan mereka.
"Mereka sangat memikirkan perlindungan, mereka sangat konservatif, khawatir. Jadi mereka mikir, kalau saya sakit, tabungan saya habis apa enggak? Orang tua saya bagaimana, anak saya seperti apa?" ujar Maika dalam talkshow Sunlife Syariah di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Salah satu keinginan yang kerap muncul dari generasi sandwich, lanjut Maika, adalah memastikan anak-anak mereka tidak mengalami beban finansial yang sama.
Karena itu, perencanaan keuangan idealnya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rutin. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar kondisi keuangan keluarga tetap terjaga ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.
Mengatur Keuangan Tak Cukup Hanya dengan Menabung
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan dana darurat merupakan langkah penting. Namun, ketika seseorang menjadi tumpuan finansial keluarga, persiapan juga perlu mempertimbangkan risiko yang bisa mengganggu kemampuan mencari nafkah.
Perlindungan kesehatan, misalnya, dapat menjadi salah satu bagian dari perencanaan untuk mengantisipasi biaya ketika sakit. Sementara perlindungan jiwa berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan finansial keluarga apabila pencari nafkah meninggal dunia.
Selain itu, kebutuhan pendidikan anak, persiapan masa pensiun, hingga perencanaan warisan juga perlu diperhitungkan. Dengan begitu, seseorang tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga saat ini, tetapi juga mempersiapkan kondisi finansial mereka dalam jangka panjang.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan bahwa kekhawatiran mengenai keberlangsungan hidup keluarga ketika pencari nafkah mengalami musibah merupakan hal yang kerap disampaikan nasabah maupun calon nasabah.
Menurutnya, setiap keluarga perlu memahami risiko finansial yang mungkin muncul dalam perjalanan hidup. Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan untuk mengantisipasinya adalah asuransi jiwa.
Namun, keputusan memiliki perlindungan tidak selalu mudah. Kepercayaan menjadi salah satu pertimbangan penting, mulai dari kejelasan informasi mengenai produk hingga kepastian pendampingan ketika peserta mengajukan klaim.
"Apakah penjelasan yang diterima benar-benar sesuai? Apakah ada yang tetap mendampingi pada saat ada musibah? Apakah perlindungan itu hadir saat dibutuhkan?" kata Albertus.
Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan finansial bukan semata-mata tentang memiliki polis, melainkan juga memahami manfaat, ketentuan, serta proses yang harus dijalani ketika risiko terjadi.
Perlindungan yang Sesuai dengan Tahapan Kehidupan
Setiap keluarga memiliki kebutuhan berbeda. Pasangan muda yang baru memiliki anak, misalnya, mungkin lebih memprioritaskan biaya pendidikan dan perlindungan kesehatan. Sementara mereka yang mendekati usia pensiun perlu mulai memperhitungkan kecukupan dana hari tua.
Bagi generasi sandwich, kebutuhan tersebut bahkan bisa berjalan bersamaan. Mereka perlu memikirkan perlindungan diri sendiri, anak, sekaligus orang tua.
Di sisi lain, mereka juga perlu memastikan bahwa produk perlindungan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Memahami manfaat, pengecualian, kontribusi atau premi, hingga ketentuan klaim menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan.
Kepercayaan Menjadi Bagian dari Perlindungan
Aspek kepercayaan juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan asuransi berbasis syariah. Selain memberikan perlindungan finansial, konsep saling membantu atau ta'awun menjadi salah satu prinsip yang mendasarinya.
Dalam mekanisme asuransi syariah, sebagian kontribusi peserta dialokasikan ke dana tabarru' sesuai akad dan ketentuan yang berlaku. Dana tersebut digunakan untuk membantu peserta lain yang mengalami risiko yang dijamin.
Prinsip ini menempatkan peserta sebagai bagian dari komunitas yang saling melindungi. Dengan demikian, perlindungan tidak hanya berorientasi pada kepentingan individu, tetapi juga memiliki dimensi kebersamaan.

Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi, mengatakan bahwa kepercayaan perlu diwujudkan melalui pendampingan yang jelas sejak calon peserta berkonsultasi, memilih produk, hingga mengajukan klaim.
Menurutnya, peserta perlu memperoleh informasi transparan mengenai manfaat perlindungan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan. Pendampingan juga dibutuhkan ketika peserta menghadapi proses klaim.
"Amanah bukan hanya pesan, tetapi cara kami menjalankan perlindungan. Kami ingin peserta mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya, memahami perlindungan yang dimiliki, dan terus mendapatkan pendampingan ketika dibutuhkan," ujar Agung.
Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan kehadiran Sunlife Syariah yang resmi diluncurkan sebagai entitas mandiri setelah melakukan pemisahan unit usaha syariah (spin-off) dari PT Sun Life Financial Indonesia.
Diluncurkan dalam ajang HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta pada 1 November 2026, Sunlife Syariah mengusung semangat "Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah".
Sebagai entitas tersendiri, perusahaan ini memiliki jajaran direksi, dewan komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah sendiri serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sunlife Syariah juga didukung kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta jaringan tenaga pemasar syariah untuk memperluas akses perlindungan.
Melalui pemisahan tersebut, perusahaan berharap dapat lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan yang mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan, persiapan haji, perencanaan warisan, hingga dana pensiun.
Bagi keluarga yang memiliki tanggungan lintas generasi, perencanaan finansial pada akhirnya bukan sekadar tentang mengumpulkan uang. Lebih dari itu, penting untuk memastikan bahwa ikhtiar menjaga keluarga tetap berjalan, termasuk ketika risiko yang tidak diharapkan datang.