Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB
Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor
Keindahan Gunung Slamet, Banyumas. Sumber: Shutterstock

Suara.com - Menjelang musim hujan, warga di lereng selatan Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah, punya cara turun-temurun menjaga lingkungan. Mereka merawat hutan keramat bernama tabet yang berfungsi melindungi kawasan sekitar dari kerusakan alam.

BPBD Banyumas memperkirakan peralihan musim kemarau ke hujan berlangsung bertahap mulai November 2026. Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma mengingatkan, tanah yang lama kering dapat merekah sehingga air hujan masuk ke dalam rekahan dan meningkatkan risiko longsor. Kekeringan tahun ini telah berdampak pada 82 desa di 21 kecamatan.

Tiga Lapis Penjagaan Hutan

Penelitian Mokhamad Asyief Khasan Budiman dari Universitas Brawijaya bersama Hiroki Oue dari Ehime University, Jepang, menemukan 40 tabet di Desa Gununglurah, Sokawera, dan Sunyalangu. Rinciannya, 18 berada di Gununglurah, 12 di Sokawera, dan 10 di Sunyalangu. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal Manajemen Hutan Tropika edisi Januari 2025.

Tabet dikelola melalui tiga zona. Pertama, hutan keramat yang ditandai pohon-pohon besar dan menjadi kawasan yang tidak boleh dimasuki sembarangan. Warga harus meminta izin kepada kamitua, tokoh adat yang menjaga tradisi dan pengetahuan setempat.

Kedua, zona transisi yang umumnya memiliki kontur curam, batu besar, serta vegetasi tertentu. Penebangan pohon, perburuan, dan kegiatan pertanian dilarang di kawasan ini. Warga yang menebang pohon juga diwajibkan menanam kembali sepuluh kali lipat dari jumlah yang ditebang.

Ketiga, zona agroforestri yang dimanfaatkan untuk menanam kapulaga, kopi, dan rempah di bawah naungan pohon pinus, damar, serta puspa.

Pengetahuan Leluhur Beradaptasi dengan Iklim

Warga mengenali 19 jenis tumbuhan yang berfungsi menjaga lingkungan, mulai dari menahan longsor hingga melindungi mata air. Aren, benda, pucung, dan waru dipercaya memiliki ketiga fungsi tersebut.

baca juga

Mereka juga menggunakan pranatamangsa, kalender musim Jawa, untuk menentukan waktu tanam. Namun, perubahan iklim membuat warga perlu menyesuaikan penanggalan melalui ilmu titen atau pengamatan tanda-tanda alam.

Peneliti mencatat, praktik tersebut belum sepenuhnya akurat sehingga perlu dipadukan dengan data cuaca modern.

Meski penelitian ini belum mengukur secara langsung efektivitas tabet dalam mencegah longsor, para peneliti menilai praktik tersebut mencerminkan hubungan sosial dan budaya masyarakat dengan hutan. Mereka merekomendasikan pengakuan hukum terhadap lembaga adat serta inventarisasi kawasan hutan keramat.

Bagi warga lereng Slamet, menjaga tabet menjadi bagian dari upaya merawat lingkungan sekaligus mempertahankan pengetahuan leluhur di tengah perubahan iklim.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekshumasi Sutrimo Sudah Sebulan Berlalu, Polisi Siap Umumkan Hasil Pekan Ini

Ekshumasi Sutrimo Sudah Sebulan Berlalu, Polisi Siap Umumkan Hasil Pekan Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:47 WIB

Banjoemas Heritage Week 2026 Hadirkan Jejak Sejarah Kereta Uap Lembah Serayu

Banjoemas Heritage Week 2026 Hadirkan Jejak Sejarah Kereta Uap Lembah Serayu

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 16:24 WIB

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Bantah Intervensi Kasus Narkoba DPRD Jatim, Gerindra Malah Ungkap Polisi Minta Uang Rp50 Juta

Bantah Intervensi Kasus Narkoba DPRD Jatim, Gerindra Malah Ungkap Polisi Minta Uang Rp50 Juta

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

990 Menit Tampil Penuh, Media Malaysia Beberkan Alasan Pemain Ini Layak Dilirik John Herdman

990 Menit Tampil Penuh, Media Malaysia Beberkan Alasan Pemain Ini Layak Dilirik John Herdman

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor

Hutan Keramat Tabet, Cara Warga Lereng Slamet Menjaga Diri dari Ancaman Longsor

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

Cara Membersihkan Rak Kulkas yang Lengket dan Berbau, Cuma Pakai Cuka!

Cara Membersihkan Rak Kulkas yang Lengket dan Berbau, Cuma Pakai Cuka!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

7 Cara Memilih Pembalut yang Nyaman dan Aman, Panduan Penting untuk Kesehatan Organ Intim

7 Cara Memilih Pembalut yang Nyaman dan Aman, Panduan Penting untuk Kesehatan Organ Intim

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:05 WIB

British Style untuk Sehari-hari, Ini Cara Memadukan Motif Kotak-Kotak hingga Knitwear

British Style untuk Sehari-hari, Ini Cara Memadukan Motif Kotak-Kotak hingga Knitwear

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:03 WIB

Putusan MK Jadi Rujukan, Polri Mulai Usut Dugaan Ijazah Palsu Gibran

Putusan MK Jadi Rujukan, Polri Mulai Usut Dugaan Ijazah Palsu Gibran

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:01 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Smartphone Photography: Rahasia Foto Profesional Tanpa Peralatan Mahal

Smartphone Photography: Rahasia Foto Profesional Tanpa Peralatan Mahal

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

×