Cara Membuang Minyak Jelantah yang Benar dan Ramah Lingkungan

Farah Nabilla

Kamis, 05 November 2026 | 17:03 WIB
Cara Membuang Minyak Jelantah yang Benar dan Ramah Lingkungan
Ilustrasi minyak jelantah (Unsplash)
baca 10 detik
  • Minyak goreng bekas yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air pembuangan rumah tangga.
  • Masyarakat harus mendinginkan, menyaring, dan menyimpan minyak jelantah dalam wadah tertutup sebelum didaur ulang.
  • Penyetoran minyak jelantah kepada pengepul atau bank sampah dapat mencegah pencemaran dan menghasilkan nilai ekonomi tambahan.

Suara.com - Minyak jelantah atau minyak goreng bekas sering kali dianggap sebagai limbah rumah tangga biasa. Padahal, jika dibuang sembarangan, minyak jelantah berpotensi mencemari lingkungan, menyumbat saluran pembuangan, hingga mengganggu ekosistem perairan.

Tidak sedikit orang yang masih membuang minyak bekas menggoreng langsung ke wastafel, toilet, atau tempat sampah. Kebiasaan ini sebaiknya mulai dihentikan karena minyak memiliki sifat yang sulit bercampur dengan air dan dapat menumpuk di saluran pembuangan.

Lantas, bagaimana cara membuang minyak jelantah yang benar dan ramah lingkungan?

Cara terbaik adalah mendinginkan minyak, menyaring sisa makanan, menyimpannya dalam wadah tertutup, kemudian menyetorkannya ke bank sampah atau pengepul minyak jelantah untuk didaur ulang.

Berikut panduan lengkap mengelola minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.

Minyak jelantah bisa menjadi rupiah di Palembang, Sumatera Selatan
Minyak jelantah bisa menjadi rupiah di Palembang, Sumatera Selatan

1. Dinginkan Minyak Jelantah Sebelum Dibuang

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membiarkan minyak goreng bekas hingga benar-benar dingin setelah digunakan.

Jangan langsung menuangkan minyak panas ke dalam botol plastik atau wadah penyimpanan karena suhu tinggi dapat merusak wadah dan meningkatkan risiko tumpah.

Letakkan wajan atau panci di tempat aman dan tunggu sampai suhu minyak turun sebelum memindahkannya.

2. Saring Sisa Makanan dari Minyak

Setelah dingin, saring minyak jelantah menggunakan saringan halus untuk memisahkan remah makanan, tepung, atau kotoran yang masih tercampur.

baca juga

Sisa makanan sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk karena dapat mempercepat pembusukan dan menimbulkan bau tidak sedap selama penyimpanan.

Proses penyaringan juga membantu menjaga kualitas minyak apabila nantinya akan diserahkan kepada pengelola limbah untuk didaur ulang.

3. Simpan dalam Botol atau Jeriken Tertutup

Tuangkan minyak jelantah yang sudah disaring ke dalam botol plastik bekas, jeriken, atau wadah khusus yang bersih dan tidak bocor.

Pastikan wadah memiliki tutup yang rapat agar minyak tidak tumpah, mengundang serangga, atau mencemari lingkungan sekitar.

Simpan wadah di tempat sejuk dan jauh dari sumber panas. Jangan mencampurkan minyak jelantah dengan air, oli, deterjen, maupun bahan kimia lainnya.

Jika minyak sudah terkumpul dalam jumlah cukup, wadah tersebut dapat dibawa ke tempat pengumpulan minyak jelantah.

4. Setorkan ke Bank Sampah atau Pengepul Minyak Jelantah

Alih-alih membuang minyak jelantah ke tempat sampah biasa, masyarakat bisa mencari bank sampah atau pengepul yang menerima minyak goreng bekas.

Beberapa komunitas dan lembaga juga memiliki program pengumpulan minyak jelantah untuk kemudian disalurkan ke industri pengolahan.

Minyak jelantah yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel, sabun, lilin, dan berbagai produk turunan lainnya setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, menyetorkan minyak jelantah kepada pengepul juga berpotensi memberikan nilai ekonomi karena sebagian pengelola bersedia membelinya.

5. Simpan Sementara Jika Belum Menemukan Tempat Pengumpulan

Bagaimana jika di sekitar rumah belum ada bank sampah atau pengepul minyak jelantah?

Jangan langsung membuangnya ke saluran air atau tanah. Simpan minyak dalam botol atau jeriken tertutup rapat sampai menemukan tempat pengumpulan yang sesuai.

Masyarakat bisa menghubungi bank sampah induk, komunitas peduli lingkungan, atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk menanyakan lokasi penampungan minyak jelantah terdekat. Cara ini jauh lebih baik daripada membuang minyak bekas secara sembarangan.

Mengapa Minyak Jelantah Tidak Boleh Dibuang Sembarangan?

Ada beberapa alasan mengapa minyak jelantah harus dikelola dengan benar.

1. Menyebabkan saluran air tersumbat

Minyak yang dibuang ke wastafel atau saluran pembuangan dapat menempel pada dinding pipa. Jika dilakukan terus-menerus, penumpukan lemak dan minyak bisa menghambat aliran air hingga menyebabkan penyumbatan.

2. Mencemari sungai dan perairan

Minyak yang masuk ke sungai atau perairan dapat membentuk lapisan di permukaan air. Kondisi ini berpotensi menghambat pertukaran oksigen dan masuknya cahaya matahari ke dalam air.

3. Mengganggu ekosistem perairan

Pencemaran minyak dapat memengaruhi kualitas habitat dan kehidupan organisme air. Karena itu, minyak jelantah tidak seharusnya dibuang langsung ke sungai, selokan, atau badan air lainnya.

4. Menambah beban pengolahan limbah

Minyak yang masuk ke sistem pembuangan air limbah dapat meningkatkan beban pengolahan dan menyulitkan proses pemisahan kontaminan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum

Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:03 WIB

Cara Membuang Minyak Jelantah yang Benar dan Ramah Lingkungan

Cara Membuang Minyak Jelantah yang Benar dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 17:03 WIB

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:02 WIB

IHSG Berhasil Tembus Level 5.000 Lagi

IHSG Berhasil Tembus Level 5.000 Lagi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:00 WIB

Kulit Tetap Kencang, Ini 5 Sunscreen Lokal SPF 50 Anti-Aging

Kulit Tetap Kencang, Ini 5 Sunscreen Lokal SPF 50 Anti-Aging

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:00 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat! Usut Punya Usut, Hashim Ternyata Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat! Usut Punya Usut, Hashim Ternyata Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:57 WIB

Parkinson dan Epilepsi Kebal Obat Kini Punya Harapan Baru, Teknologi Operasi Otak Hadir di Indonesia

Parkinson dan Epilepsi Kebal Obat Kini Punya Harapan Baru, Teknologi Operasi Otak Hadir di Indonesia

Health | Kamis, 05 November 2026 | 16:56 WIB

Cara Melaporkan NIK yang Dipakai Orang Lain untuk Pinjol

Cara Melaporkan NIK yang Dipakai Orang Lain untuk Pinjol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 16:53 WIB

Siapa Arif Kurniawan, Raja Nikel yang Diduga Sedang Dibidik Satgas PKH?

Siapa Arif Kurniawan, Raja Nikel yang Diduga Sedang Dibidik Satgas PKH?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:53 WIB

Hercules Pasang Badan untuk Prabowo di Tengah Isu Penyadapan: Jangan Coba-Coba Ganggu Presiden

Hercules Pasang Badan untuk Prabowo di Tengah Isu Penyadapan: Jangan Coba-Coba Ganggu Presiden

News | Kamis, 05 November 2026 | 16:50 WIB

×