- Bu Tami, istri pengemudi Bluebird, membangun usaha roti rumahan bernama Dapur Mitmut setelah mengikuti kelas memasak Kartini Bluebird pada tahun-tahun sebelumnya.
- Ivany Rosaline, ibu tunggal dari dua anak, bekerja sebagai pengemudi taksi Bluebird sejak tahun 2024 guna memenuhi kebutuhan keluarganya.
- Komunitas Kartini Bluebird yang berdiri sejak 2014 telah menyediakan berbagai pelatihan keterampilan untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga pengemudi di beberapa wilayah.
Sebagai ibu tunggal dengan dua anak, Ivany harus mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebelum menjadi pengemudi taksi, ia pernah mencoba sejumlah usaha, mulai dari berjualan pakaian bekas, membuat kue, membuka jasa laundry, berjualan ayam, hingga membuka kedai kopi. Namun, usaha-usaha tersebut tidak bertahan lama.
Mengemudi sebenarnya bukan hal baru baginya. Ivany sudah terbiasa menyetir sejak SMA. Pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika ia memutuskan bekerja sebagai pengemudi taksi.
Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Ia masih kerap menghadapi penumpang laki-laki yang meragukan kemampuannya mengemudi hanya karena dirinya perempuan.
Alih-alih memperpanjang perdebatan, Ivany memilih menjawab dengan santai.
"Cobain dulu sini, saya setirin," ujarnya.
Penghasilan yang diperoleh Ivany tidak selalu sama setiap bulan. Dalam kondisi yang baik, ia bisa membawa pulang rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta. Namun, jumlah itu dapat turun menjadi sekitar Rp5 juta ketika permintaan perjalanan sedang sepi.
Di tengah pendapatan yang tidak menentu, ia tetap harus mengatur kebutuhan keluarga. Salah satu anaknya, Angel, diketahui mengidap diabetes dan membutuhkan perhatian khusus.
Ivany menyadari bahwa tanggung jawab tersebut tidak ringan. Namun, ia merasa harus terus bekerja karena menjadi orang yang paling bisa diandalkan oleh anak-anaknya.
"Cuma saya yang bisa diandalkan," katanya.
Di balik pekerjaannya mengantar penumpang, Ivany juga beberapa kali menemukan pengalaman yang membuatnya melihat pekerjaannya dari sisi lain. Salah satunya ketika ia mengantar seorang penumpang lanjut usia yang sedang sakit. Dalam perjalanan, ia mendengarkan cerita penumpang tersebut sekaligus memberikan semangat.
Bagi Ivany, pekerjaan sebagai pengemudi bukan hanya tentang mengemudikan kendaraan. Ada kesempatan untuk bertemu orang dengan latar belakang dan persoalan yang berbeda, meski setiap perjalanan memiliki waktu yang terbatas.

Ruang untuk Tumbuh Bersama
Kisah Bu Tami dan Ivany memperlihatkan bahwa kehidupan di sekitar perusahaan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, pengemudi, dan penumpang. Ada keluarga yang ikut bertumbuh, ada kebutuhan yang harus dipenuhi, serta ada kesempatan yang bisa mengubah arah kehidupan seseorang.
Di Bluebird, salah satu ruang bagi keluarga pengemudi untuk berkembang hadir melalui Kartini Bluebird. Komunitas ini dibentuk pada 2014 dan kini memiliki lebih dari 1.300 anggota yang berasal dari kalangan istri dan putri pengemudi.
Kegiatannya tidak terbatas pada pelatihan memasak. Para anggota juga mendapat kesempatan belajar menjahit, merias wajah, mengelola keuangan, hingga memasarkan produk secara digital.
Salah satu bentuk pengembangan kegiatan tersebut adalah kantin Kartini Bluebird. Program yang dimulai dari satu lokasi pada 2018 itu kemudian berkembang menjadi tiga titik. Melalui kantin ini, anggota komunitas memiliki kesempatan untuk memasarkan produk yang mereka buat.
Kartini Bluebird kini hadir di 10 pool di Jakarta serta telah berkembang ke Bandung dan Surabaya. Selama perjalanannya, komunitas ini menggelar ratusan pelatihan dan berbagai kegiatan pemberdayaan.
Sementara itu, bagi pengemudi seperti Ivany, kesempatan bekerja menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga. Penghasilan dari pekerjaan tersebut memang tidak selalu tetap, tetapi memberinya kesempatan untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
CEO Bluebird Group Andre Djokosoetono pernah menyampaikan bahwa pengemudi merupakan tulang punggung layanan perusahaan, sedangkan keluarga menjadi fondasi yang mendukung mereka. Karena itu, dukungan terhadap keluarga pengemudi menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama orang-orang yang berada di dalam ekosistemnya.
Pada akhirnya, cerita tentang pertumbuhan tidak selalu harus dimulai dari angka atau pencapaian besar perusahaan. Terkadang, ukurannya justru terlihat dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: seorang ibu yang berani memulai usaha dari rumah, perempuan yang memilih bekerja di jalan demi anak-anaknya, atau keluarga yang perlahan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
Di balik setiap perjalanan, ada orang-orang yang sedang berjuang mencapai tujuan mereka sendiri. Dan bagi sebagian keluarga, kesempatan untuk melangkah lebih jauh bisa bermula dari ruang kecil yang memberi mereka kesempatan untuk tumbuh.