- Bu Tami, istri pengemudi Bluebird, membangun usaha roti rumahan bernama Dapur Mitmut setelah mengikuti kelas memasak Kartini Bluebird pada tahun-tahun sebelumnya.
- Ivany Rosaline, ibu tunggal dari dua anak, bekerja sebagai pengemudi taksi Bluebird sejak tahun 2024 guna memenuhi kebutuhan keluarganya.
- Komunitas Kartini Bluebird yang berdiri sejak 2014 telah menyediakan berbagai pelatihan keterampilan untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga pengemudi di beberapa wilayah.
Suara.com - Bagi sebagian orang, perjalanan bersama taksi mungkin hanya soal berangkat dari satu tempat dan tiba di tujuan. Namun, bagi orang-orang yang berada di balik layanan tersebut, perjalanan juga bisa menjadi bagian dari usaha membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Cerita itu bisa ditemukan dari sosok Bu Tami, istri seorang pengemudi Bluebird yang mengembangkan usaha roti rumahan, hingga Ivany Rosaline, pengemudi taksi Bluebird yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus ibu bagi dua anaknya.
Keduanya memiliki jalan yang berbeda. Bu Tami menemukan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan memasak melalui komunitas Kartini Bluebird. Sementara Ivany memilih duduk di balik kemudi untuk memastikan kebutuhan kedua anaknya tetap terpenuhi.
Namun, ada satu hal yang mempertemukan cerita mereka: keinginan untuk mandiri dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Berawal dari Kelas Memasak, Bu Tami Membangun Usaha Roti
Awalnya, Bu Tami hanya ingin mengembangkan hobinya memasak. Kesempatan itu datang ketika ia bergabung dengan Kartini Bluebird, komunitas yang dibentuk untuk istri dan putri pengemudi Bluebird.
Saat pertama kali mengikuti kelas, Bu Tami sempat menghadapi persoalan sederhana yang mungkin juga dialami banyak ibu: siapa yang akan menjaga anaknya selama ia belajar?
Ia sempat khawatir tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Suaminya pun mengingatkan bahwa tidak ada orang yang bisa menjaga anak mereka. Namun, Bu Tami tidak ingin kesempatan itu berlalu begitu saja. Ia akhirnya membawa anaknya ke tempat pelatihan.
Dari kelas memasak tersebut, ia belajar membuat aneka kue dan roti. Pengetahuan yang diperoleh kemudian ia kembangkan dengan mencoba berbagai resep hingga menemukan produk yang menjadi ciri khas usaha Dapur Mitmut.
Perjalanannya dimulai dari hal sederhana. Bu Tami membagikan roti buatannya kepada tetangga. Respons positif membuatnya mulai menerima pesanan melalui WhatsApp. Perlahan, usaha rumahan itu berkembang dan produknya kemudian dipasarkan di kantin Kartini Bluebird, termasuk di kawasan Mampang.
Bagi Bu Tami, kegiatan tersebut bukan semata-mata soal menambah penghasilan. Ia juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memiliki kegiatan produktif di luar urusan rumah tangga.
Ia mengaku kini merasa lebih mandiri. Beban ekonomi keluarga yang sebelumnya lebih banyak ditanggung suami pun bisa dibantu melalui usaha yang dibangunnya.
Kisah Bu Tami menjadi salah satu contoh bagaimana kesempatan belajar dapat membuka jalan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang selama ini mungkin belum sempat digali.

Menjadi Pengemudi demi Menghidupi Dua Anak
Cerita berbeda datang dari Ivany Rosaline. Perempuan berusia 45 tahun ini bergabung sebagai pengemudi taksi Bluebird pada 2024, ketika ia membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebagai ibu tunggal dengan dua anak, Ivany harus mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebelum menjadi pengemudi taksi, ia pernah mencoba sejumlah usaha, mulai dari berjualan pakaian bekas, membuat kue, membuka jasa laundry, berjualan ayam, hingga membuka kedai kopi. Namun, usaha-usaha tersebut tidak bertahan lama.
Mengemudi sebenarnya bukan hal baru baginya. Ivany sudah terbiasa menyetir sejak SMA. Pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika ia memutuskan bekerja sebagai pengemudi taksi.
Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Ia masih kerap menghadapi penumpang laki-laki yang meragukan kemampuannya mengemudi hanya karena dirinya perempuan.
Alih-alih memperpanjang perdebatan, Ivany memilih menjawab dengan santai.
"Cobain dulu sini, saya setirin," ujarnya.
Penghasilan yang diperoleh Ivany tidak selalu sama setiap bulan. Dalam kondisi yang baik, ia bisa membawa pulang rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta. Namun, jumlah itu dapat turun menjadi sekitar Rp5 juta ketika permintaan perjalanan sedang sepi.
Di tengah pendapatan yang tidak menentu, ia tetap harus mengatur kebutuhan keluarga. Salah satu anaknya, Angel, diketahui mengidap diabetes dan membutuhkan perhatian khusus.
Ivany menyadari bahwa tanggung jawab tersebut tidak ringan. Namun, ia merasa harus terus bekerja karena menjadi orang yang paling bisa diandalkan oleh anak-anaknya.
"Cuma saya yang bisa diandalkan," katanya.
Di balik pekerjaannya mengantar penumpang, Ivany juga beberapa kali menemukan pengalaman yang membuatnya melihat pekerjaannya dari sisi lain. Salah satunya ketika ia mengantar seorang penumpang lanjut usia yang sedang sakit. Dalam perjalanan, ia mendengarkan cerita penumpang tersebut sekaligus memberikan semangat.
Bagi Ivany, pekerjaan sebagai pengemudi bukan hanya tentang mengemudikan kendaraan. Ada kesempatan untuk bertemu orang dengan latar belakang dan persoalan yang berbeda, meski setiap perjalanan memiliki waktu yang terbatas.

Ruang untuk Tumbuh Bersama
Kisah Bu Tami dan Ivany memperlihatkan bahwa kehidupan di sekitar perusahaan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, pengemudi, dan penumpang. Ada keluarga yang ikut bertumbuh, ada kebutuhan yang harus dipenuhi, serta ada kesempatan yang bisa mengubah arah kehidupan seseorang.
Di Bluebird, salah satu ruang bagi keluarga pengemudi untuk berkembang hadir melalui Kartini Bluebird. Komunitas ini dibentuk pada 2014 dan kini memiliki lebih dari 1.300 anggota yang berasal dari kalangan istri dan putri pengemudi.
Kegiatannya tidak terbatas pada pelatihan memasak. Para anggota juga mendapat kesempatan belajar menjahit, merias wajah, mengelola keuangan, hingga memasarkan produk secara digital.
Salah satu bentuk pengembangan kegiatan tersebut adalah kantin Kartini Bluebird. Program yang dimulai dari satu lokasi pada 2018 itu kemudian berkembang menjadi tiga titik. Melalui kantin ini, anggota komunitas memiliki kesempatan untuk memasarkan produk yang mereka buat.
Kartini Bluebird kini hadir di 10 pool di Jakarta serta telah berkembang ke Bandung dan Surabaya. Selama perjalanannya, komunitas ini menggelar ratusan pelatihan dan berbagai kegiatan pemberdayaan.
Sementara itu, bagi pengemudi seperti Ivany, kesempatan bekerja menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga. Penghasilan dari pekerjaan tersebut memang tidak selalu tetap, tetapi memberinya kesempatan untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
CEO Bluebird Group Andre Djokosoetono pernah menyampaikan bahwa pengemudi merupakan tulang punggung layanan perusahaan, sedangkan keluarga menjadi fondasi yang mendukung mereka. Karena itu, dukungan terhadap keluarga pengemudi menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama orang-orang yang berada di dalam ekosistemnya.
Pada akhirnya, cerita tentang pertumbuhan tidak selalu harus dimulai dari angka atau pencapaian besar perusahaan. Terkadang, ukurannya justru terlihat dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: seorang ibu yang berani memulai usaha dari rumah, perempuan yang memilih bekerja di jalan demi anak-anaknya, atau keluarga yang perlahan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
Di balik setiap perjalanan, ada orang-orang yang sedang berjuang mencapai tujuan mereka sendiri. Dan bagi sebagian keluarga, kesempatan untuk melangkah lebih jauh bisa bermula dari ruang kecil yang memberi mereka kesempatan untuk tumbuh.