LINIMASA - Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang sering dilakukan menjelang Ramadhan. Berikut doa ziarah kubur menjelang Ramadhan yang dirangkum dari NU Online.
Ziarah kubur sendiri sudah menjadi tradisi di Tanah Air. Tak hanya memasuki bulan Ramadhan 2023, ziarah kubur juga kerap dilakukan saat menjelang Lebaran.
Ziarah kubur biasanya dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, hukum ziarah kubur adalah sunnah karena dengan berziarah, kita seperti diingatkan kembali pada kematian yang pada dasarnya bisa menghampiri setiap saat.
Doa Ziarah Kubur
Masih dari NU Online, para ulama kerap memanjatkan doa ini ketika berziarah ke makam wali atau orang yang saleh. Berikut doanya dalam tulisan latin, lengkap dengan artinya:
"Bismillaahirrahmaanirrahîm Salaamullaahi yaa saadah minar-Rahmaani yaghsyaakum Ibaadallaahi ji’naakum qashadnaakum thalabnaakum Tu'înuunaa tughîtsuunaa bihimmatikum wa jadwaakum Fa ahbuunaa wa a'thuunaa 'athaayaakum hadaayaakum Falaa khayyabtumuu dzannî fahaasyaakum wahaasyaakum Sa'idnaa idz ataynaakum wa fuznaa hîna zurnaakum Faquumuu wasyfa'uu fînaa ilaar-rahmaani mawlaakum 'Asaa nuhdzaa 'asaa nu'thaa mazaayaa min mazaayaakum 'Asaa nadzrah 'asaa rahmah taghsyaanaa wa taghsyaakum Salaamullaahi hayyaakum wa 'ainullaahi tar'aakum Wa shallaallaahu mawlaanaa wasallam maa atainaakum 'Alaal mukhtaari syaafi'înaa wa munqidzinaa wa iyyaakum."
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Wahai Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu.”
“Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat ar-Rahman, Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu.”
“Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafaati dan menyelamatkan kita.”
Tata Cara Ziarah Kubur
Tak ada tata cara khusus dalam melakukan ziarah kubur, namun hal dasar yang harus kita lakukan ketika hendak masuk ke area makam adalah mengucap salam pada ahli kubur.
Selalu menjaga sikap selama berada di area pemakaman dengan salah satunya tidak duduk di atas kuburan. Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memanjatkan doa pada almarhum.
Kemudian ziarah kubur dilanjutkan dengan membaca ayat pendek Al Quran dan berdzikir. Berikut masing-masing penjelasannya:
Salam Ziarah Kubur: "Assalaamu‘alaikum daara qaumin mu’minîn wa ataakum maa tuu‘aduun ghadan mu’ajjaluun, wa innaa insyaa-Allaahu bikum laahiquun."
Artinya: "Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.
Hukum ziarah kubur menurut Ustadz Adi Hidayat
Menurutnya, Ziarah Kubur sebelum Ramadhan merupakan hal yang bagus untuk dilakukan karena bukan saja mengunjungi orang yang sudah meninggal tapi juga bisa diartikan bersilaturahmi mengunjungi orang yang masih hidup.
Meski begitu, Nabi Muhammad SAW pernah melarang ziarah kubur pada zaman jahiliah. Bahkan, menurut Ustadz Adi Hidayat saat itu dikisahkan ada jasa untuk menyewa menangisi orang yang meninggal dunia.
Tujuan dari jasa sewa ini adalah untuk memberikan kesan jika orang yang wafat merupakan orang yang saleh sewaktu hidup.
Dari Buraidah, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya."
Ustadz Adi Hidayat menyebut jika imannya sudah kuat dan bisa membedakan mana doa dan lain sebagainya maka saat itu juga Nabi Muhammad SAW tidak melarang ziarah kubur.
"Maka setelah imannya kuat, bisa membedakan mana doa, ngobrol dan lain sebagainya, bisa meningkatkan iman, dari situlah kemudian muncul sabda Nabi memperbolehkan ziarah kubur," ujar Ustadz Adi Hidayat.
Da’i yang akrab disapa UAH ini lalu mengingatkan satu hal jika saat ziarah kubur sebelum Ramadhan jangan sampai meminta-minta kepada orang yang meninggal.
Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar meminta hanya kepada Allah SWT, sementara ziarah kubur untuk mengingatkan bahwa kita semua akan mati dan meninggal dunia.
Oleh sebab itu, jika seseorang sudah mengingat mati, diharapkan akan meningkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Yang tidak boleh adalah minta-minta di kuburan. Ngapain minta datang ke situ. Yang di situ saja (orang meninggal) gak bisa keluar," ungkapnya.