LINIMASA - Calon presiden yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ganjar Pranowo, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menonton film dewasa atau film porno. Pernyataan tersebut diungkapkan Ganjar Pranowo dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier yang kemudian viral kembali.
Dalam podcast tersebut, Ganjar Pranowo dengan jujur mengakui kegemarannya menonton konten dewasa. Ia menyatakan, "Eh, kalau saya nonton film porno itu salahnya di mana, wong saya suka kok. Saya sudah dewasa dan punya istri." ujar Gajar Pranowo.
Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa pernah mengirimkan konten tersebut secara tidak sengaja.
"Saya pernah nggak sengaja mencet, terus kemudian gak sengaja mengirim," ujarnya pula.
Namun, ia menekankan bahwa kesalahan sebenarnya bukan terletak pada menonton film dewasa itu sendiri, melainkan pada penyebarluasannya kepada orang lain atau melalui media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Ganjar Pranowo berpendapat bahwa menonton film dewasa adalah hal yang wajar bagi seorang pria yang sehat. Ia menyatakan, "Saya orang sehat kok kecuali saya enggak sehat. Kadang-kadang sebagai orang dewasa kan perlu. Coba salahnya di mana?" Ganjar Pranowo menegaskan bahwa sebagai orang dewasa yang sehat, menonton konten dewasa adalah hal yang normal.
Meskipun Ganjar Pranowo mengakui ketertarikannya terhadap konten tersebut, ia menekankan bahwa tidak melakukannya setiap hari. Ia menegaskan bahwa terdapat ruang privat yang tidak boleh disebarluaskan kepada orang lain.
Kontroversi mengenai pernyataan Ganjar Pranowo ini memunculkan perdebatan mengenai etika dan privasi seseorang. Sejumlah pihak berpendapat bahwa sebagai seorang calon presiden, Ganjar Pranowo seharusnya menjaga citra dan moralitasnya.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan pribadi seorang individu tidak seharusnya menjadi bahan perdebatan publik, terlebih jika tidak melanggar hukum.
Baca Juga: Ari Wibowo Tak Menyerah Rebut Hak Asuh Anak
Terkait masalah ini, masih belum diketahui apakah pernyataan Ganjar Pranowo akan berdampak terhadap pencalonannya sebagai presiden. Hal ini masih menunggu respons dan tanggapan dari partai politik dan masyarakat luas.