LINIMASA - Bareskrim Polri telah menetapkan pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan atau penistaan agama.
“Menaikkan Saudara PG menjadi tersangka,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Selasa (1/8/2023)
Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik terhadap Panji Gumilang pada hari Selasa (1/8/2023) kemarin.
Pemeriksaan terhadap Panji Gumilang telah dilakukan sebanyak dua kali, dan status penanganan laporan meningkat dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Dalam kasus ini, Panji Gumilang dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, yang menghadapi ancaman hukuman 10 tahun penjara, serta Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 19 tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun.
Diberitakan sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri telah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, pada hari Selasa (1/8/2023) pekan depan, sebagai saksi terkait kasus dugaan penistaan agama.
“Kami melayangkan panggilan kedua yaitu kami panggil sebagai saksi dan diharapkan besok tanggal 1 Agustus yang bersangkutan bisa hadir untuk memenuhi panggilan kami,” ujar Djuhandhani, Jumat (28/7/2023).