Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih akrab disebut 'micin' merupakan salah satu bumbu dapur yang berfungsi sebagai penyedap makanan. Makanan yang telah dicampur micin akan memiliki rasa yang sangat kuat dan gurih serta dapat membuat ketagihan.
Kandungan micin dapat kalian temui di makanan yang sering kalian konsumsi setiap harinya. Kalian pasti tidak asing lagi atau bahkan pecinta dari makanan yang mengandung micin di dalamnya seperti mi instan, bakso, makanan cepat saji, keripik kentang dan juga jajanan yang dapat kalian temui di depan sekolah.
Mayoritas masyarakat berasumsi bahwa penggunaan micin yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan beberapa dampak yang tidak baik untuk pikiran serta tubuh. Namun, tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa penggunaan micin tidak memiliki dampak negatif kepada tubuh. Pro dan kontra tentang 'baik-buruk'nya bumbu dapur yang satu ini menjadi cukup hangat untuk diperbincangkan.
Apakah Micin Berbahaya Bagi Tubuh?
![Ilustrasi MSG [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/mamagini/thumbs/1200x675/2022/05/31/1-ilustrasi-msg.jpg)
Dikutip dari situs Mayo Clinic, The U.S Food and Drug Administration (FDA) mengklasifikasikan MSG atau micin sebagai bumbu dapur yang umumnya aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, pernyataan tersebut masih diperdebatkan oleh beberapa pihak. Oleh karena itu, FDA mewajibkan makanan yang mengandung micin untuk memberikan label pada kandungan dalam makanan.
Micin telah menjadi bumbu dapur yang banyak digunakan selama bertahun-tahun. Dalam kurun waktu tersebut, FDA telah menerima banyak laporan yang mengkhawatirkan dari masyarakat tentang efek samping dari penggunaan micin atau MSG di dalam makanannya. Efek samping tersebut dinamakan "MSG Symptoms Complex" dengan gejala seperti:
- Sakit kepala
- Berkeringat
- Dada yang sakit
- Wajah menjadi kencang
- Mati rasa atau kesemutan di bagian leher dan wajah
- Mual
- Detak jantung yang tidak beraturan
Di balik gejala-gejala yang telah dilaporkan, peneliti tidak menemukan hubungan antara gejala-gejala tersebut dengan micin atau MSG. Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa ada sebagian kecil orang yang mungkin merasakan gejala-gejala jangka pendem pada penggunaan atau konsumsi micin. Satu-satunya cara untuk mencegah efek samping tersebut adalah dengan tidak mengonsumsi micin atau MSG.
Kesimpulan
Kesimpulannya, kalian dapat menghindari konsumsi micin apabila kalian tidak ingin merasakan efek samping dari penggunaan micin tersebut. Kalian dapat mengganti konsumsi makanan kalian yang mengandung micin dengan bumbu-bumbu dapur yang lebih baik seperti garam, terasi, kecap asin dan juga kaldu dari daging.
Namun, apabila kalian tetap ingin mengonsumsi micin dalam makanan, kalian dapat membatasi konsumsi micin dalam batas wajar pada kehidupan sehari-hari karena apapun konsumsi yang berlebihan untuk tubuh tidaklah baik.