Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:58 WIB
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
Ilustrasi rokok. (Freepik)
baca 10 detik
  • Publikasi SEATCA 26 Januari 2026 mencatat Indonesia sebagai penjual rokok terbesar di Asia Tenggara.
  • Indonesia menyumbang 320 miliar batang dari total 700 miliar batang rokok terjual di ASEAN 2024.
  • SEATCA mendorong Indonesia melarang rokok elektronik sebab pasarnya bertumbuh signifikan dan kurang teregulasi.

Suara.com - Indonesia tercatat sebagai negara dengan penjualan rokok terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fakta ini tercantum dalam publikasi Tobacco Control Watch, SouthEast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) berjudul “Status of Tobacco Products in 2026 in ASEAN” yang dirilis pada 26 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, SEATCA menyebut perdagangan produk tembakau di ASEAN masih didominasi oleh sigaret atau rokok konvensional.

Tingginya penjualan rokok ini berkaitan erat dengan prevalensi perokok yang masih tinggi di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

SEATCA mengestimasi pada 2024 terdapat sekitar 700 miliar batang rokok yang terjual di seluruh kawasan ASEAN.

Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang porsi terbesar dengan penjualan sekitar 320 miliar batang rokok.

Angka tersebut jauh melampaui Filipina yang berada di posisi kedua dengan 90 miliar batang, serta Vietnam dengan sekitar 80 miliar batang rokok.

Laporan itu juga menyoroti bahwa tingginya penjualan rokok di ASEAN terjadi terutama di negara-negara dengan prevalensi merokok yang tinggi dan pasar tembakau yang dinilai kurang diatur secara ketat atau lesser-regulated markets.

Indonesia dan Filipina secara spesifik disebut masuk dalam kategori tersebut.
Selain rokok konvensional, SEATCA mencatat pertumbuhan signifikan pada pasar rokok elektronik di kawasan.

Pada 2024, nilai pasar rokok elektronik di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam telah mencapai sekitar 760 juta dolar Amerika Serikat.

baca juga

"Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat kalau pemerintah tidak menerapkan aturan yang tegas," kata pakar kesehatan masyarakat Prof dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

SEATCA menyebutkan saat ini sudah ada tujuh negara ASEAN yang menerapkan larangan atau regulasi sangat ketat terhadap rokok elektronik dan heated tobacco products (HTP).

Aliansi tersebut mendorong Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengikuti langkah negara-negara ASEAN lainnya dengan melarang penjualan produk nikotin untuk tujuan rekreasi.

Menyoroti temuan SEATCA tersebut prof Tjandra yang juga dokter spesialis paru itu mengingatkan bahwa kebiasaan merokok memiliki dampak buruk yang jelas terhadap kesehatan.

Paparan asap rokok dinilai berisiko merusak kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

"Maka tentu perlu ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menjaga kesehatan anak bangsa kita agar terhindar dari bahaya buruk asap rokok bagi kesehatan, apalagi menyongsong Indonesia Emas di 2045 kelak," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Lilur Soroti Paradoks Cukai Rokok: Negara Raup Rp226 T, Industri Rokok Rakyat Justru Tertekan

Gus Lilur Soroti Paradoks Cukai Rokok: Negara Raup Rp226 T, Industri Rokok Rakyat Justru Tertekan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 16:25 WIB

Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris

Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 19:31 WIB

Purbaya Gandeng TNI-Polisi Lawan Beking Pengemplang Pajak-Cukai hingga Rokok Ilegal

Purbaya Gandeng TNI-Polisi Lawan Beking Pengemplang Pajak-Cukai hingga Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:13 WIB

Gerakan Antirokok: Tanda Peduli Kesehatan atau Gagalnya Pendidikan Publik?

Gerakan Antirokok: Tanda Peduli Kesehatan atau Gagalnya Pendidikan Publik?

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 16:30 WIB

Giliran Pengusaha Ritel Menjerit Hadapi Ketatnya Aturan KTR di Jakarta

Giliran Pengusaha Ritel Menjerit Hadapi Ketatnya Aturan KTR di Jakarta

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 17:12 WIB

Purbaya Ungkap Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Ilegal Bisa Capai Triliunan

Purbaya Ungkap Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Ilegal Bisa Capai Triliunan

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:30 WIB

Tragedi Asap Rokok di Ciganjur: Tak Terima Diingatkan, 'Koboi Jalanan' Tusuk Warga dan Juru Parkir

Tragedi Asap Rokok di Ciganjur: Tak Terima Diingatkan, 'Koboi Jalanan' Tusuk Warga dan Juru Parkir

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

×