Cara Membedong Bayi yang Baik dan Benar Menurut Dokter Anak, Perhatikan Ya Moms!

Mamagini | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2022 | 21:44 WIB
Cara Membedong Bayi yang Baik dan Benar Menurut Dokter Anak, Perhatikan Ya Moms!
Ilustrasi bayi dibedong, bayi dililit kain, bedong bayi. [Pexels]

Di Indonesia, membedong tubuh bayi mungkin masih menjadi kebiasaan banyak orang tua. Teknik atau tradisi membalut tubuh itu biasanya dilakukan terhadap bayi yang baru lahir hingga berusia beberapa bulan.

Menurut salah satu dokter spesialis anak, dr. Cynthia Centauri Sp.A., tujuan membedong tubuh bayi sebenarnya untuk memberikan kehangatan. Oleh sebab itu, orang tua menurutnya tidak perlu memililit kain terlalu kencang ke tubuh bayi.

"Sebetulnya kita hanya menginginkan efek bayi merasa nyaman dan hangat. Jadi tidak ada keharusan untuk terlalu kencang. Justru sebaliknya, yang penting nyaman. Kita menyelimuti longgar saja itu enggak apa-apa," kata dokter Cynthia beberapa waktu lalu, sebagaimana ditulis Suara.com.

Dikatakan Cynthia, baik itu membedong dengan kain konvensional yang diikat ataupun memakai bedong modern yang dilengkapi perekat, orang tua diharapkan selalu memperhatikan letak bedong, juga kekuatan lilitannya.

"Pada dasarnya ketika melilitkan selimut ke arah bayi, jangan terlalu dekat dengan wajah dan jangan terlalu ringan. Karena bayi terkadang tidak sengaja seperti mengulet (gerakan tangan), lalu menutup selimut ke atas wajah. Justru itu berbahaya," jelasnya.

Cynthia menyarankan agar jangan menggunakan kain bedong yang terlalu ringan sehingga mudah disingkap dengan tangan bayi. Selain itu, tidak perlu dililit maupun diikat terlalu kencang ke tubuh bayi.

Mengikat kain juga sebaiknya tidak terlalu kencang jika bayi dikenakan baju gurita bayi. Meski sebenarnya, baju gurita sendiri sudah tidak direkomendasikan oleh para dokter anak.

"Kita sudah tidak gunakan dan tidak direkomendasi lagi (baju gurita). Karena basic-nya gurita, baik yang canggih maupun zaman dulu, tujuannya ingin menghangatkan bayi. Tapi gurita ini justru terlalu mengikat kencang dada dan perut bayi," ujarnya.

Lebih jauh, dokter Cynthia menjelaskan bahwa pola napas bayi berbeda dengan orang dewasa. Kebanyakan orang dewasa lebih sering bernapas dengan dada, sedangkan bayi bernapas dengan perut.

"Jadi kalau kita pasangkan (baju gurita) terlalu kencang, apalagi di perut, pasti akan sesak. Jadi kurang tepat kalau menggunakan gurita pada bayi. Kalau memang tujuannya supaya bayi tidak kedinginan, gunakan saja kaos dalam," ia mengimbau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wah Hati-hati Moms, Meski Empuk Bantal Bisa Bikin Bayi Berhenti Napas Lho!

Wah Hati-hati Moms, Meski Empuk Bantal Bisa Bikin Bayi Berhenti Napas Lho!

| Rabu, 13 Juli 2022 | 22:29 WIB

4 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

4 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

| Minggu, 29 Mei 2022 | 10:20 WIB

4 Tips Membawa Bayi Dalam Perjalanan Jauh

4 Tips Membawa Bayi Dalam Perjalanan Jauh

| Selasa, 24 Mei 2022 | 16:15 WIB

Terkini

Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah

Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:52 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI

Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI

Bri | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura

Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:42 WIB

15.425 Orang Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Urutan Pertama

15.425 Orang Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Urutan Pertama

Sumut | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:41 WIB

Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final

Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia

Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia

Sport | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB