Kasus perwira Paspampres berpangkat Mayor (BF) yang memperkosa prajurit Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat Letda (GER) menjadi sorotan publik.
Letda tersebut berasal dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Dilaporkan tindakan pemerkosaan itu terjadi di sebuah hotel di Bali saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung.
Pelaku BF diketahui statusnya sudah berkeluarga dan telah memiliki 2 orang anak. Sedangkan korban, GER, berstatus belum kawin.
Adapun kronologi oknum paspampres perkosa anggota Kowad saat helatan G20 itu dimulai saat keduanya berada di Bali untuk menjalankan tugas pengamanan.
Pada tanggal 4 November 2022 pukul 12.00 WITA, GER mendapatkan informasi dari orangtuanya bahwa sang nenek telah meninggal dunia dan langsung menangis.
Pada saat itu GER berada di dalam mobil bersama Kolonel (Mar) Didiet, BF, dan driver sedang dalam perjalanan menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk survey kegiatan KTT G20.
Posisi di mobil, GER duduk di samping BF sehingga BF berusaha untuk menenangkan dengan cara memberikan tisu, mengusap kepala dan mencoba untuk merangkul. Namun GER selalu menepis.
Pada tanggal 7 - 10 November 2022, kegiatan mulai padat sehingga sering kali GER pulang larut malam sementara BF selalu menawarkan untuk mengantarkan pulang.
Mendengar tawaran tersebut GER pun menyetujui karena sudah capek dan lelah karena rangkaian kegiatan yang sangat padat.
Dalam perjalanan ke sebuah hotel di daerah Jimbaran tempat GER menginap, sering kali BF mencoba untuk meraba paha dan memegang tangan, namun selalu dihindari oleh GER.
GER mulai merasa curiga karena setiap rangkaian kegiatan selalu bersama BF dan setiap pergerakan menggunakan kendaraan mobil, BF tidak mau duduk di kursi depan. BF selalu duduk disamping GER di kursi belakang sehingga GER mulai berhati-hati terhadapnya.
Puncaknya pada 15 - 16 November 2022, tepatnya pada Selasa malam hingga Rabu pagi, sekitar pukul 21.00 WITA, bel kamar hotel GER berbunyi.
Pada saat itu kondisi GER tidak enak badan namun mencoba untuk membuka pintu dan melihat ternyata yang datang adalah BF.
Setelah GER menanyakan ada perlu apa sehingga datang malam-malam, BF menyampaikan mau koordinasi terkait kegiatan.
Pada saat itu kondisi GER tidak enak badan (capek dan lelah) dan BF bersikeras untuk masuk ke dalam kamar dengan alasan untuk koordinasi.
Setelah di dalam kamar, BF dan GER duduk di sofa dengan posisi terpisah. GER pada saat itu meminta BF langsung menyampaikan hal yang pokok saja karena ia sedang dalam kondisi sakit.
Tidak lama kemudian, GER secara perlahan mulai tidak sadarkan diri. Kemudian saat GER sedang dalam keadaan setengah sadar, BF mengambil kesempatan.
BF mencoba meraba paha dan mulai memegang tangan namun dihindari oleh GER. Tapi karena kondisinya lemas, GER tidak dapat berbuat banyak.
BF pun mulai lagi meraba paha dan mencium leher sampai menyetubuhi GER. Besok paginya GER terbangun dalam keadaaan tidak berbusana dan mulai ketakutan, khawatir akan dibunuh atau diperlakukan kasar oleh BF. Kejadian itu membuatnya trauma.
Dihimpun dari Suara.com, kabar terkini Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan bahwa Mayor Infanteri BF terancam dipecat.
"Bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Andika di Markas Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022) kemarin, dikutip dari Suara.com.
Andika juga mengatakan kasus paspampres perkosa prajurit wanita sudah ditarik Mabes TNI setelah sebelumnya sempat ditangani di Makassar, tempat dinas korban.
Danpaspampres Marsda Wahyu Hidayat Sudjatmiko pun memastikan pelaku sudah dijebloskan ke penjara. "Sementara ditahan di Mako (Paspampres)," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat (2/12/22)