Pemerhati anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto baru-baru ini tuai kritikan dari publik lantaran buka suara mengenai kasus penganiayaan yang melibatkan Mario Dandy dan pacarnya, Agnes alias AGH.
Kak Seto yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dianggap membela AGH.
Hal ini terjadi lantaran Kak Seto meminta publik untuk memperhatikan penangan terhadap AGH yang masih di bawah umur. Menurutnya, anak yang menjadi pelaku kejahatan tetap harus dilihat sebagai korban.
Sehingga penanganan terhadap AGH harus dilakukan secara edukatif sehingga anak tidak mengulangi perbuatannya.
Kak Seto juga mengajak publik menjadi sahabat anak.
"Jadilah sahabat anak, anak sebagai pelaku juga menjadi korban," tutur Kak Seto.
Seperti dikabarkan sebelumnya, sosok AGH akhirnya turut ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus penganiayaan terhadap David.
Meski demikian, AGH tidak dapat disebut sebagai pelaku lantaran masih di bawah umur.
Pengakuan Kak Seto ini dibagikan ulang oleh akun Instagram lambe_turah dan dibanjiri komentar dari warganet.
Tak sedikit yang justru mengkritik Kak Seto lantaran buka suara terhadap kasus ini namun abai terhadap persoalan anak yang lain.
"Kak Seto mending urus anak-anak kecil yang dagang tisu di jalan," celetuk seorang warganet.
"Nah Kak Seto berulah lagi. Kak Seto daripada belain si Agnes mending belain atau blusukan ke daerah-daerah yang anaknya sering dapat penyiksaan atau yang memang tidak mampu. Yakin lebih mulia di mata Tuhan juga kalo belain memang yang harus dibela," tambah warganet lain.
"Kak Seto urusin aja tuh mending anak yang dicubitin dan dijambakin neneknya di angkot, sedih banget liatnya," sahut warganet yang berbeda.
Belum berhenti sampai di situ, beberapa warganet juga menuding Kak Seto hanya membela anak-anak dari keluarga kaya.