Para personel band Radja meminta perlindungan ke Mabes Polri usai diduga disekap dan ancaman pembunuhan setelah tampil dalam sebuah konser di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu (12/3/2023) malam.
Setelah kejadian itu, para personel merasa terancam dan merasa ketakutan dengan insiden yang menimpa mereka di Malaysia. Dilansir dari suarapekanbaru, setelah mendatangi Mabes Polri, Ian Kasela cs diminta mendatangi International Police (Interpol).
"Nanti koordinasi dulu," terang Ian Kasela kepada media, Selasa (14/3/2023). Menurutnya ia sudah melaporkan kejadinan tersebut ke Mabes.
"Kalau laporan sudah. Laporan sudah di lokasi kejadian, jadi ke sana ini kami ke Interpol kayak semacam ke Mabes. Mabes mengarahkan ke Interpol, itu perlindungan diri kami dan keluarga, anak-anak kami," terang Ian Kasela.
"Kan kita gak tahu ya sifat manusia siapa tahu dia dendam. Siapa tahu dia suruh orang dan bayar orang untuk nyelakain kita, nauzubillahiminzalik," ungkap sang vokalis.
Sebelumnya, personel band Radja mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan setelah konser di Johor, Malaysia. Mereka konser pada hari Sabtu (11/3) kemarin.
Saat itu, mereka diminta masuk ke ruangan setelah konser selesai. Kata Ian, mereka akan dipertemukan dengan seorang pejabat dan meminta foto bareng.
Namun, pejabat itu tak pernah muncul dan yang datang adalah 20 orang pria. Ia mengaku mereka mendapat makian hingga ancaman akan dibunuh, pada hari Minggu (12/3) kemarin.