Beredar kabar yang menarasikan bahwa Polri terlah memporak porandakan markas pimpinan pelaku penembakan di Kantor MUI.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 125 ribu pengikut bernama POLEMIK POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 3 Mei 2023.
"GERAK CEPAT POLRI PORAK PORANDAKAN MARKAZ PIMPINAN PELAKU PENEMBAKAN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Rabu (3/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"INISIATOR KERICUHAN DI MUI DI TANGKAP
MENGAKU WAKIL NABI MUHAMMAD BERHASIL DI LUMPUHKAN"
Namun begitu, apakah benar Polri telah menghancurkan markas pempimpin pelaku penembakan di kantor MUI?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Polri yang menghancurkan markas pempimpin pelaku penembakan di kantor MUI.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat markas atau pun pemimpin dari pelaku penembakan di kantor MUI yang dilakukan oleh Mustopa NR.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Polri telah menghancurkan markas pempimpin pelaku penembakan di kantor MUI.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Polri telah menghancurkan markas pempimpin pelaku penembakan di kantor MUI merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].