Beredar kabar yang menarasikan bahwa penembak Habib Bahar bin Smith datang untuk meminta ampunan karena dihantui mimpi setiap malam.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 18 Mei 2023.
"Mengaku Di Hantui Mimpi Tiap Malam Sambil Menangis Pelaku Datang Mengemis Ampunan Habib Bahar" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (18/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"KERAMAT SANG CUCU NABI
TAK BUTUH WAKTU LAMA, TIBA2 PELAKU TIBA2 DATANG NGEMIS MINTA MAAF KE HABIB BAHAR"
Namun begitu, apakah benar pelaku penembakan telah datang meminta ampunan kepada Habib Bahar?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait adanya pelaku penembakan Habib Bahar yang meminta ampun.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa pelaku penembakan mengemis minta ampung kepada Habib Bahar.
Baca Juga: Aji Santoso: Timnas Indonesia Sekarang Setara dengan Thailand dan Vietnam
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini kasus penembakan yang dilaporkan oleh Habib Bahar masih didalami oleh pihak kepolisian.
Selain itu, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan bahwa pelaku penembakan telah datang meminta ampunan kepada Habib Bahar.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim pelaku penembakan telah datang meminta ampunan kepada Habib Bahar merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].