Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono telah memutuskan untuk bergabung dengan PDIP sehingga membuat Anies Baswedan gagal menjadi Capres.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 816 ribu pengikut bernama POLITIK NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 12 Juni 2023.
"MAMVUSSS !! ANIS DIPASTIKAN GAGAL NYAPRES..KEPUTUSAN AHY GABUNG KE PDIP BIKIN PALOH STRES BERAT" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (12/6/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa sebagai thumbnail dengan narasi sebagai berikut:
"TENSI POLITIK KIAN MEMANAS
ANIS DIPASTIKAN GAGAL NYAPRES !!
KEPUTUSAN AHY GABUNG KE PDIP BIKIN PALOH STRES BERAT"
Namun begitu, apakah benar AHY memutuskan bergabung dengan PDIP dan Anies Baswedan gagal menjadi Capres?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait AHY yang telah memutuskan bergabung dengan PDIP.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Anies Baswedan dipastikan gagal menjadi Capres.
Baca Juga: Gegara Korsleting AC di Ruang Pimpinan, Sebuah Kantor Importir di Kembangan Terbakar
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini, tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan AHY telah bergabung dengan PDIP dan Anies Baswedan gagal menjadi Capres.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan AHY telah bergabung dengan PDIP dan Anies Baswedan gagal menjadi Capres merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].