Kota Paris di Prancis yang selama ini dijuluki sebagai kota romantis sedang dilanda overpopulasi tikus. Bahkan, disebutkan bahwa jumlah populasi tikus sudah mencapai 6 juta ekor, yang artinya 3 kali lebih banyak dari jumlah warga Paris itu sendiri.
Pemerintah Paris sendiri telah berusaha membasmi tikus di sana, namun segala upayanya berujung pada kegagalan.
Disebutkan bahwa pemerintah kota Paris sudah menganggarkan 1,5 juta euro atau sekitar Rp 21 miliar untuk membasmi tikus di kota fashion ternama dunia itu.
Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, mengungkapkan 10 rencana pembersihan kota, salah satunya dengan membeli banyak perangkap tikus.
Namun, upaya yang dilakukan pemerintah setempat tak berdampak signifikan, dan malah membuat populasi tikus kian membludak.
Gegara overpopulasi tersebut, sang wali kota kemudian meminta agar warganya belajar untuk hidup berdampingan secara damai bersama tikus.
Mengutip dari akun Instagram @pandemictalks, dikatakan bahwa Paris dan banyak kota besar lainnya di dunia seperti New York telah mengalami peningkatan masalah tikus dalam beberapa tahun terakhir.
Masalah tikus di Paris semakin parah setelah terjadi pemogokan nasional menentang peningkatan usia pensiun negara. Hal tersebut menyebabkan sampah menumpuk di jalanan dan menjadi sarang tikus.
Sejumlah warganet pun memberikan komentarnya mengenai masalah overpopulasi tikus di Paris.
Baca Juga: Sambangi Rumah Anak Stunting, Ini Harapan Wakil Wali Kota Binjai
"Inilah mengapa film Ratatouille setingannya di Paris," kata warganet, merujuk pada film tahun 2007 tentang seekor tikus yang suka memasak.
"Saatnya ekspor kucing oren ke Paris," komentar warganet.
"Tikusnya sama gak, sihk kaya di indok yang item gembul suka ngagetin kalo nongol?" tanya warganet penasaran.