Beredar kabar yang menarasikan bahwa suami Puan Maharani, Happy Hapsoro Sukmonohadi mengungkapkan adanya tiga tokoh besar Istana yang menjadi dalang kasus korupsi BTS 4G.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 341 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 18 Juni 2023.
"SUAMI PUAN MAHARANI SEBUT 3 TOKOH BESAR ISTANA DALANG BTS" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (20/6/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"SUAMI PUAN SEBUT 3 TOKOH ISTANA
TERNYATA BTS SEJAK LAMA DI KENDALIKAN REZIM"
Namun begitu, apakah benar suami Puan Maharani mengungkapkan terdapat tiga tokoh Istana yang menjadi dalang kasus korupsi BTS 4G?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Happy Hapsoro yang menyebut terdapat 3 tokoh besar istana menjadi dalang kasus korupsi BTS 4G.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa suami Puan Maharani menyebut 3 tokoh besar istana menjadi dalang kasus korupsi BTS 4G.
Baca Juga: Sedih, Alejandro Garnacho Bertanya-tanya Kenapa Disoraki Fans Timnas Indonesia di SUGBK
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan Happy Hapsoro sebut 3 tokoh besar istana menjadi dalang kasus korupsi BTS 4G.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'SUAMI PUAN MAHARANI SEBUT 3 TOKOH BESAR ISTANA DALANG BTS' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].