Sosok Maudy Ayunda belakangan ini menjadi sorotan atas pernyataannya ingin mengubah kebijakan soal pilihan ganda dengan essay jika kelak menjadi Menteri Pendidikan RI.
Dalam video wawancaranya yang kembali beredar, aktris lulusan Oxford University itu menilai apabila pilihan ganda (multiple choice) diubah dengan open ended question atau essay, maka akan berdampak ke banyak hal.
Salah satunya, jawaban essay bakal mengasah critical thinking para murid.
"Kalau asessment-nya itu open ended question dan bukan multiple choice pasti murid juga belajarnya beda, guru juga ngajarnya beda," ujar Maudy, dikutip dari video yang diunggah ulang akun Instagram @hosipupdateofficial, Minggu (17/9/2023).
"Dan akhirnya yang dinilai itu critical thinking and analyzing dibandingin sama memorization," imbuhnya.
Meski kebijakan tersebut terlihat sepele, menurut Maudy Ayunda itu akan menjadi revolusi bagi pendidikan di Indonesia. Kendati demikian ia tak menampik bakal ada banyak kebijakan lain yang tak kalah penting.
"Sesuatu yang kecil, yang menurut aku bisa revolutionary. Tentunya akan ada banyak lainnya ya, maksudnya pendidik nggak cuma itu," tandasnya.
Pernyataan Maudy Ayunda itu langsung menuai pro kontra, khususnya di Twitter. Banyak netizen yang menilai kebijakan tersebut tidak akan mudah diterapkan.
Ada pula yang jadi melontarkan cibiran ke Maudy Ayunda.
Baca Juga: Video Apartemen Asnawi yang Berantakan Kembali Viral, Netizen Senggol Fuji: Mending Sama Fadil
"Mbak Maudy harus coba jd guru yg pegang 4-6 kelas, setiap kelas nya ada 30 siswa," komentar salah satu netizen.
"Apa yg diharapkan dr orang yg ga pernah sekolah di sekolah negeri dan waswusweswos ingin mengubah tatanan sistem," cibir salah satu netizen.
"Haduh mbak gak semua orang lingkungan, ekonomi dan keluarganya kaya mbak. Kasihan gurunya dong apalagi guru SD yg semua mapel dipegang 1 guru aja," tambah yang lain.
"Haduh gini amat. Pendidikan di Indo aja belum merata sampe pelosok udh mikirin soal pilihan ganda. Ga penting sumpah," tambah yang lain.
"Coba mbaknya suruh ngajar di kelas di sekolah negeri dulu deh 1 semester," celetuk yang lain.