Anies Baswedan menjawab pertanyaan soal sandwich generation dalam acara Mata Najwa: 3 Bacapres Bicara Gagasan, yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (20/9/2023).
"Bagaimana cara dan solusi jika kita menjadi sandwich generation?" demikian pernyataan tersebut.
Alih-alih memaparkan solusi, Anies menjawab secara normatif dengan menekankan soal mengubah cara pandang. Di mana menjadi sandwich generation tidak boleh dianggap beban, tapi sumber mencari pahala.
"Ketika anda mendapatkan tanggung jawab ikut membiayai orangtua, maka jangan pernah pandang ini sebagai beban, tapi pandang ini sebagai sumur pahala untuk Anda membiayai orang tua," jawabnya, dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab.
"Jangan pernah pandang membiayai orangtua itu sebagai beban, karena dia sudah membiayai Anda selama ini," imbuhnya.
Perihal berat atau tidaknya, Anies menyebut hal itu hanya soal perasaan. Sebab jika dijalani sepenuh hati maka akan terasa ringan.
"Kita ambil tanggung jawab soal ini, apakah berat? Berat ringan itu soal perasaan. Bila dijalani dengan sepenuh hati, maka itu akan bisa terasa ringan. Itu nomor satu, tentang mindset," bebernya lagi.
Lebih lanjut, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) ini menekankan soal mencari kesempatan dan belajar dari pengalaman.
Sebab menurutnya menjadi sandwich generation akan menjadi pengalaman luar biasa yang bernilai tinggi di kemudian hari.
Baca Juga: Sudah Menikah dan Punya Anak, Bisakah Daftar CPNS 2023? Simak Penjelasannya
"Jangan berharap segalanya serba ringan, segalanya serba enak, ketika Anda ketemu tanggung jawab ekstra, pandang ini sebagai persiapan untuk dapat tanggung jawab lebih besar di kemudian hari," kata Anies.
"Jadi cari peluang, cari kesempatan, yang ulet," imbuhnya.