Kaesang Pangarep resmi dilantik jadi Ketua Umum PSI dua hari setelah bergabung jadi kadernya. Hal tersebut tentu saja mengejutkan publik karena putra presiden Jokowi itu langsung didapuk jadi ketua umum dalam waktu yang singkat.
Melansir Hops.id, Jubir PSI, Dedek Prayudi menjelaskan Kaesang sudah melewati beberapa proses sebelum menjadi Ketum PSI.
“Jadi desas-desus soal mas Kaesang bergabung ke PSI itu sebenarnya sudah lama berhembus. Apalagi kemudian bro Giring Ganesha sewaktu merayakan ulang tahun ke-40, sudah membuat public statement bawa usia 40 ini sudah terlalu tua, sudah terlalu berumur untuk menjadi seorang ketua umum partai yang representasi anak muda,” jelas Dedek Prayudi.
“Nah, kemudian ketika desas-desus mas Kaesang ingin bergabung (ke PSI), ini deras sekali suara dari DPW-DPW kami untuk mengatakan ‘yaudah mas Kaesang aja gantiin Giring’. Tapi kan waktu itu sifatnya masih kemungkinan karena mas Kaesangnya masih belum bergabung,” kata Dedek mengisahkan.
Kemudian, kata dia desas-desus dan aspirasi di tingkat provinsi itu kian menguat, yang membuat akhirnya DPP PSI mengumpulkan perwakilan-perwakilan DPW.
“Nah ketika mas Kaesang bergabung, suara ini bukan hanya deras, tapi semakin ter-amplified lah. Sehingga beberapa hari kemudian para Ketua DPW itu dikumpulkan di DPP, kita diskusi,” paparnya.
Dedek Prayudi menyebut, keputusan akhir dari diskusi DPP dengan DPW-DPW PSI adalah menginginkan Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum.
“Dan keputusannya mereka menginginkan mas Kaesang menggantikan bro Giring yang memang sudah menginginkan kelanjutan tongkat estafet (kepemimpinan), yang kemudian akhirnya mas Kaesang datang dan terjadilah seremoni itu,” jelasnya.
“Jadi, diawali dari aspirasi, dari bawah, dari DPW, yang kemudian dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina kami, yang akhirnya mas Kaesang lah yang menjadi Ketua Umum kami,” kata Dedek Prayudi.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Super Panas, Prof Zubairi Ingatkan Bahaya Penyakit yang Mengintai