Dugaan hinaan kepada Iriana Jokowi oleh Kharisma Jati membuat publik geram dan panas. Hingga dua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ikut turun tangan mencecar Kharisma Jati.
Di tengah panasnya insiden tersebut, dua warganet lain diduga turut ikut menghina Iriana Jokowi.
Hal itu dibeberkan oleh warganet yang me-mention Gibran lewat jejaring media sosial Twitter.
Dugaan hinaan pertama dilakukan oleh akun @yusuf**** di kolom komentar Instagram. Dalam tulisan itu, akun @yusuf**** menyebut bahwa Iriana Jokowi sebagai ibu negara bukanlah siapa-siapa.
"Menghina adalah bagian dari kebebasan berbicara/berekspresi. Lagian ibu negara itu bukan siapa-siapa. Dia cuma perempuan yang kebetulan menjadi istri seorang presiden yang notabene cuma pelayan rakyat," tulis @yusuf***.
Sementara di laman jejaring media sosial Facebook, seorang pengguna bernama Agung B***t diduga turut menghina Iriana Jokowi.
Agung B***t membandingkan potret Iriana Jokowi dengan sosok istri Presiden Korea Selatan, Kim Keon Hee.
"Mereka berdua sebenarnya cuman terpaut usia 9 tahun saja dan sama-sama 1st Lagt. Tapi kalau dipoto seperti ini malah terlihat seperti emak-emak pengajian yang mau mengantarkan putrinya olahraga voli," tulis Agung B***t.
Kedua cuitan soal dua warganet yang diduga menghina Iriana Jokowi itu pun dengan gercep ditanggapi oleh Gibran.
Putra sulung Jokowi itu mengutip cuitan dan memberikan reaksi yang singkat.
"Ada apa ini," tulis @gibran_tweet di kedua cuitan tersebut.
Masalah Dugaan Hina Iriana Jokowi oleh Kharisma Jati
Seperti yang diketahui sebelumnya, Kharisma Jati mengunggah foto Iriana Jokowi dengan istri Presiden Korea Selatan, Kim Keon Hee.
"Bi, tolong buatkan tamu kita minum, Baik, Nyonya," tulis Kharisma melalui akun Twitter pribadinya, @KoprifilJati.
Setelah unggahan itu viral hungga dicecar Gibran dan Kaesang, Kharisma Jati tak lama kemudian menutup akun Twitternya dan menuliskan permintaan maaf di akun Facebook miliknya.
"Kepada bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta seluruh Keluarga Besar Kepresidenan. Dengan ini Saya Kharisma Jati meminta maaf kepada Keluarga Besar Presiden Ri atas unggahan saya di media sosial yang menyinggung perasaan kerabat, staf, dan pejabat di lingkungan kepresidenan," tulis Kharisma Jati.
Dia juga mengaku akan kooperatif dan siap dengan lapang dada jika pihak terkait menuntutnya secara hukum.
Namun ada yang membuat publik geram membaca surat terbuka itu. Permintaan maafnya hanya berlaku untuk keluarga Presiden dan orang terdekat di sekitarnya, bukan untuk para pendukung Jokowi.
"Namun tidak ada sedikitpun permintaan maaf saya terhadap para pendukung fanatik rezim ini yang merasa bisa berbuat sesukanya sendiri tanpa mengindahkan moral dan etika, karena saya bukan penjilat, pembeo, maupun perundung, dan tidak sedikit pun saya membenarkan perbuatan semacam itu," lanjut Kharisma.