Baru-baru ini muncul selebaran khilafah bergambar bakal capres Partai Nasional Demokrat (NasDem), Anies Baswedan.
Selebaran itu tersebar di Bandar Lampung, Senin (21/11/2022) dengan isi tulisan "Mewujudkan Indonesia Bersyariah Anies Presiden 2024".
Selain itu ada tulisan, "Lenyapnya satu hukum Islam dari kehidupan umat, acap kali membuat hukum tersebut dianggap tidak wajib, bahkan dianggap tidak ada sehingga wajib menegakkan khilafah”.
Masih dalam selebaran yang sama, tertulis juga, “Islam dan aksi bela ulama mendapatkan balasan berupa kemenangan dalam Pilkada 2017. Di mana umat Islam dapat melihat DKI Jakarta saat ini lebih baik dari segala aspek jika dibandingkan sebelumnya.”
Respons NasDem
Mengutip laman wartaekonomi.co.id (media partner Suara.com), Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya turut buka suara mengenai serangan terhadap Anies Baswedan menjelang Pilpres 2024 ini.
Willy menyampaikan bahwa NasDem tak ambil pusing dengan selebaran khilafah bergambar Anies itu.
Menurutnya, saat ini sudah memasuki zaman yang terbuka dna siapapn bisa melakukan berbagai hal yang tidak terbatas pada spanduk.
"Ya, tentu sebagai capres yang sedang trennya naik tentu banyak serangan. Kami tidak tahu, itu lempar batu sembunyi tangan," ucap Willy di NasDem Tower, dikutip dari wartaekonomi.co.id pada Rabu (23/11/2022).
Selebaran itu disebut Willy sudah sangat tidak relevan dengan perkembangan saat ini.
Willy menyampaikan bahwa selebaran khilafah tersebut merupakan serangan terhadap Anies yang tak hanya terjadi saat ini, namun sudah berulang kali.
Serangan terhadap Anies yang semakin banyak, maka disebut akan mempengaruhi naiknya elektoral milik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Serangan ini sudah bertubi-tubi. Makin banyak serangan, makin naik elektoralnya Anies," tuturnya.
Kendati demikian, Willy menyebut bahwa pihaknya dan Anies tak akan pernah membalas setiap serangan yang datang.
"Ya, itu orang-orang yang keliru dan salah sasaran untuk memainkan itu," pungkasnya.
Bukan Kali Pertama
Jauh sebelum ini, selebaran acap kali menyasar Anies Baswedan. Pada September 2022 lalu, muncul sebuah tabloid yang isinya menampilkan ketokohan Anies beredar di sejumlah pasar rakyat dan masjid di Kota Malang, Jawa Timur.
Diketahui, tabloid itu disebarkan kepada jemaah yang mengikuti salat Jumat pada tanggal 16 September 2022.
Buntutnya, Wali Kota meminta Dewan Masjid Indonesia Kota Malang untuk merespons penyebaran tabloid politik itu dengan menyebarkan selebaran berisi instruksi agar masjid jangan dijadikan ladang kampanye.
Kemudian pada Oktober 2022, viral di media sosial soal brosur kampanye Anies Baswedan tersebar di kotak nasi Padang.
Kemunculan brosur yang menyeret Anies itu pun ramai jadi perbincangan netizen di media sosial. Hingga kemudian muncul klarifikasi dari pihak restoran nasi Padang, Pagi Sore.
"Sebelumnya kami management restoran Pagi Sore menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan bapak ibu, dengan adanya pemberitaan tentang ditemukannya flyer atau brosur dipesanan nasi box Restoran Pagi Sore
Atas kejadian tersebut, Manajemen Restoran Pagi Sore telah mengambil tindakan kepada salah satu anggota karyawan yang memasukkan flyer atau brosur ke box makanan yang dilakukan tanpa sepengetahuan Manajemen Restoran Pagi Sore.
Demikian klarifikasi dari kami selaku manajemen Restoran Pagi Sore atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih," klarifikasi pihak restoran Pagi Sore.