Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya ikut menyoroti soal Presiden Jokowi yang melontarkan kode sosok pemimpin memiliki rambut putih.
Menurut Yunarto, Jokowi tak hanya memberikan kode-kode baru-baru ini. Dia memaparkan bahwa Jokowi sudah melakukannya pada bulan Mei lalu ketika Rakernas.
Selain itu, adapula kode Jokowi kepada Menhan Prabowo Subiyanto soal jatahnya di Pilpres 2024 mendatang.
Yunarto menjelaskan bahwa kode yang lebih eksplisit yang dituturkan oleh Jokowi adalah terhadap Airlangga Hartarto, Erick Thohir hingga Puan Maharani.
Sementara itu, kode yang cukup eksplisit merujuk pada dua sosok, yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
"Kode yang bisa dikatakan cukup eksplisit itu muncul di dua nama, ada pak Prabowo ada mas Ganjar," kata Yunarto Wijaya dikutip dari kanal YouTube KOMPAS TV, Minggu (28/11/2022).
Yunarto menjelaskan bahwa hal yang membedakan keduanya terdapat pada audiens yang mendengar langsung atau momen ketika kode ditunjukkan.
Kendati demikian, Yunarto sejak awal menilai kode Jokowi yang paling eksplisit yang diyakininya adalah teruntuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
"Saya dari awal selalu mengatakan tetap kode paling eksplisit, bahkan sebelum acara di GBK kemarin itu memang paling keras muncul kepada Mas Ganjar di Rakernas Projo," ungkapnya.
Ia menyebut bahwa hal tersebut berkaitan dengan audiensnya. Pasalnya, Jokowi ketika momen tersebut tak hanya berbicara pada satu partai politi saja, namun kepada para ribuan relawan Pilpres yang memenangkannya dua periode.
"Sehingga menurut saya, itulah kode paling eksplisit terkait dengan dukungan pada Pilpres dan kalau pertanyaannya kemarin bisa dimaknai seperti apa," ujar Yunarto.
"Saya agak kaget kalau kemudian banyak yang protes seakan-akan mengartikan ini harfiah, bahwa kok seorang presiden melihat seorang pemimpin dari warna rambutnya atau kerut-kerut wajahnya," lanjutnya menambahkan.
Yunarto menambahkan bahwa pernyataan Jokowi soal ciri-ciri pemimpin tersebut hanyalah sebuah gimmick.
Bahwasanya, Jokowi disebut hanya membicarakan mengenai pemimpin yang bekerja.