Pengamat Cium Hubungan Megawati dan Jokowi Kini di Persimpangan Jalan: Sudah Pecah Kongsi

manado Suara.Com
Rabu, 30 November 2022 | 14:53 WIB
Pengamat Cium Hubungan Megawati dan Jokowi Kini di Persimpangan Jalan: Sudah Pecah Kongsi
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menghadiri secara langsung acara pembukaan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas ke-2 PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). (Suara.com/Bagaskara)

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut bahwa acara relawan Jokowi dalam Gerakan Nusantara Bersatu membuat PDIP tak nyaman.

Sebab, eksistensi relawan tersebut seolah bisa mengatur-atur terkait calon presiden (capres).

Pangi menjelaskan bahwa Jokowi kemungkinan ingin mengambil peran sebagai King Maker dalam penentuan capres untuk Pilpres 2024 mendatang, dengan menggunakan relawan sebagai alatnya.

"Nah itu pesan yang kemudian membuat ibu Mega belum tentu nyaman," ungkap Pangi dikutip dari kanal tvOneNews, Rabu (30/11/2022).

Apabila Jokowi benar-benar ingin menjadi King Maker, maka menurut Pangi resiko politik yang paling besar dirasakan adalah merenggangnya hubungan di antara Megawati Soekarnoputi dengan Jokowi.

Secara blak-blakan, Pangi bahkan mencium bahwa hubungan keduanya sudah pecah kongsi.

"Dan saya mengatakan agak serius ini bahasanya, walaupun mungkin tidak diakui ya. Bahwa hubungan pak Jokowi dengan bu Megawati sudah di persimpangan jalan. Sudah pecah kongsi," tutur Pangi.

Menurut Pangi, indikator atau sinyal hubungan keduanya sudah mulai renggang terlihat dari kerasnya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada para relawan Jokowi.

Pasalnya, Hasto dinilai sebagai representasi dari sang Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: 6 Pemeran Serial Kupu-Kupu Malam, Michelle Ziudith Jadi Mahasiswi dan PSK

"Ketika ada kode-kode yang diberikan pak Jokowi, tidak pernah ada kode terhadap yang lain, tidak respresentatif gitu. Kode itu tidak ada kepada mbak Puan misalnya. Lebih banyak endorse kepada Prabowo dan Ganjar," jelasnya.

Pangi menyampaikan bahwa Megawati tahu bahwa kumpulnya relawan yang ikut campur soal capres bukanlah dukungan alamiah.

Selain itu, Pangi menyebut Megawati mengetahui bahwa hal tersebut juga bagian dari agenda oligarki yang hendak menekan partai mereka.

"Bu Mega tahu bahwa ini ada agenda protokol oligarki juga yang mencoba, kemudian untuk mengintervensi untuk mengatur-mengatur, menekan-nekan partai," tutur Pangi.

"Nah itu yang kemudian ada ketersinggungan dalam konteks ini ketua umum partai terhadap 'Lu relawannya siapa gitu kok ngatur-atur kami. Kalau kemudian siapa yang kami tentukan, itu urusan kami, tapi relawan nggak bisa menentukan kriteria capres sesuai seleranya relawan'," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI