Manado.suara.com - Perseteruan antara Dewi Perssik dan Ketua RT tempat tinggalnya semakin terang benderang setelah terjadi miskomunikasi yang memicu keributan di media sosial.
Namun, belakangan terungkap bahwa ada kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya.
Dewi Perssik awalnya diduga menelan mentah-mentah pengakuan Asisten Rumah Tangganya (ART) yang mengatakan bahwa ia dibentak-bentak oleh Ketua RT, yang dikenal dengan nama Malkan.
Kemudian, Dewi Perssik mengadakan siaran langsung di media sosial untuk menyampaikan keluhan bahwa sapi kurban yang ia berikan ditolak di masjid tempat tinggalnya.
Bahkan, ia menyebut bahwa Ketua RT meminta uang sebesar Rp 100 juta darinya.
Namun, keterangan yang berbeda datang dari Ketua RT Malkan. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, sapi yang diberikan oleh Dewi Perssik sebenarnya ditujukan untuk dikurbankan di masjid tersebut melalui Ustadz Kurtubi.
Malkan menyambut baik keinginan tersebut dan sapi itu bahkan berada di masjid selama 6 jam. Namun, belakangan diketahui bahwa sapi tersebut hanya dititipkan karena akan disembelih oleh Relawan Ganjar.
“Seandainya sapi udah diserahkan, tiba-tiba diambil. Sementara anak-anak kecil lagi senang-senangnya lihat sapi. Preseden buruk dong buat saya, kok kayak enggak percaya,” ujar Malkan.
Dewi Perssik menegaskan bahwa ia tidak bermaksud membuat repot panitia kurban setempat dengan meminta mereka menyembelih sapinya.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menitipkan sapi tersebut kepada masjid setempat untuk selanjutnya diambil kembali dan disembelih oleh Relawan Ganjar yang telah menawarkan bantuannya.
Dalam klarifikasinya, Ketua RT dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menolak jika Dewi Perssik ingin berkurban di masjid lingkungannya.
Namun, jika hanya menitipkan hewan kurban, ia meminta maaf karena masjid tersebut bukan tempat penitipan hewan.
“Dapat informasi dari anak-anak, tadi Pak Ustaz Qurtubi bilang Mbak Dewi Perssik mau kurban di sini. Ya udah silahkan, kita terima. Mau korban lho, bukan mau menitipkan. Tapi kemudian, informasinya beliau mau nitipin, kita bukan lembaga penitipan,” ujar Malkan.