Metro, Suara.com- Direktur Guru Pendidikan Dasar (Direktur Dikdas), Kemendikbudristek, Rachmadi Widdiharto membuka program Klub Literasi Sekolah (KLS) secara daring pada Rabu [13/7] .
KLS sendiri merupakan aktivititas literasi berbasis proyek dan peminatan (cerita pendek, puisi, orasi, debat, jurnalistik, dan bercerita). KLS juga mendorong peningkatan kecakapan berliterasi baca-tulis dan tutur, serta kecakapan abad Ke-21 (kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif) untuk siswa jenjang SMA/SMK/SMP/sederajat. KLS 2022 dilaksanakan pada bulan Juli—Oktober 2022 dan melibatkan 227 mahasiswa dan lulusan untuk mendampingi KLS di 212 sekolah di Indonesia dan 6 Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN).
Direktur Rachmadi Widdiharto menyampaikan bahwa Program KLS sejalan dengan program Kemendikbudristek, yaitu Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM), Gerakan Literasi Nasional, dan Asesmen Nasional dalam bidang literasi.
"Dalam kaitannya dengan program MBKM, KLS menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan selama tiga bulan di luar kampus sebagai pendamping klub literasi di sekolah,” kata Rachmadi.
Rachmadi juga mengungkapkan bahwa KLS menjadi bagian strategis dari upaya pemajuan literasi membaca siswa di Indonesia yang berorientasi pada kemampuan abad ke-21 (berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif).
“KLS juga menjadi upaya yang patut kita apresiasi sebagai sebuah program yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pemajuan literasi di Indonesia, yang meliputi perguruan tinggi, dinas pendidikan, sekolah (baik di Indonesia maupun SILN), komunitas literasi, dan lembaga terkait lain,” pungkas Rachmadi.