Desa Wisata Pentagen Jambi Pasarkan Taman Wisata Air dan Kerinci

Metro

Selasa, 13 September 2022 | 18:24 WIB
Desa Wisata Pentagen Jambi Pasarkan Taman Wisata Air dan Kerinci
Desa Wisata Pentagen Jambi Pasarkan Taman Wisata Air dan Kerinci (Kemenparekraf)

Metro, Suara.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Pendung Talang Genting (Pentagen) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, masuk dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Selasa (13/9/2022).

Desa wisata yang berada di ketinggian 800 mdpl ini pengembangan pariwisatanya secara khusus dilakukan sejak 2017 dengan memanfaatkan dana desa, dengan anggaran dana fisiknya difokuskan pada rawa yang dikembangkan menjadi embung desa. 

Desa wisata ini menjual daya tarik berupa wisata buatan berbasis taman wisata air (Taman Pertiwi) yang dibalut dengan sejuknya nuansa alam Kabupaten Kerinci. Hal ini tidak lepas dari kreativitas dan soliditas pengelola BUMDes Taman Pertiwi (masyarakat setempat) dalam melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan mengubah rawa menjadi destinasi wisata. 

"Alhamdulillah Desa Wisata Pentagen berhasil menembus 50 besar desa terbaik di Indonesia. Kita sudah melihat bagaimana inisiasi kreasi anak bangsa dalam mengubah rawa-rawa yang tidak bernilai ekonomi menjadi sebuah situ atau di sini disebut embung. Bukan hanya untuk irigasi, perikanan, tapi juga untuk taman wisata," kata Sandiaga Uno. 

Area wisata di Desa Wisata Pentagen yang disebut sebagai Taman Pertiwi ini dulunya merupakan rawa seluas 1,8 hektare yang tidak terurus. Namun sejak 2017, oleh BUMDes Taman Pertiwi yang dikelola warga setempat, area ini dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. 

Pengembangan desa wisata yang berada di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ini pada akhirnya menciptakan sebuah embung yang juga difungsikan untuk penyimpanan air bagi petani. Para petani sebelumnya memang kerap menghadapi masalah kesulitan air terutama di musim kemarau. BUMDes Taman Pertiwi kemudian juga mengembangkan unit usaha budidaya ikan di kolam tersebut. 

Seiring waktu pengelola BUMDes juga mulai mengembangkan unit usaha pariwisata. Hal ini tidak lepas dari ketertarikan masyarakat yang mulai berdatangan untuk melihat daya tarik embung desa ini. Sehingga dilakukan berbagai penambahan fasilitas dan sarana prasarana penunjang kegiatan wisata. Di tahun 2018 Taman Pertiwi baru dibuka untuk publik. 

Daya tarik utama dari Desa Wisata Pentagen adalah sebuah taman air buatan yang berasal dari embung desa, Taman Pertiwi. Beragam aktivitas dan wahana di Desa Wisata Pentagen berpusat di Taman Pertiwi, seperti sepeda air, bermain sepeda gantung, flying fox, juga memberi makan ikan.

Di sekitar taman air juga disediakan fasilitas-fasilitas untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau berkumpul. Di sekeliling areal Taman Pertiwi terdapat pohon-pohon berukuran besar yang bisa dijadikan sebagai wahana untuk pemasangan hammock. Terdapat juga gazebo di pinggiran taman yang bisa disewa oleh pengunjung.

baca juga

"Ini adalah bentuk bagaimana dana desa dikelola dengan baik dan menjadi nilai ekonomi yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Dana desa pada tahun 2017 digunakan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu secara seratus persen mengubah rawa-rawa yang tidak bernilai ekonomi menjadi embung yang bisa mengairi, menjadi tempat budidaya ikan, dan juga menjadi tempat wisata," kata Sandiaga.  

"Saya salut Kerinci bisa tembus 50 besar desa wisata dan ini bagian dari pada penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," tambahnya. 

Selain taman wisata air, Desa Wisata Pentagen juga memiliki ragam potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Diantaranya adalah kesenian berupa ragam tarian. Salah satunya Tari Rangguk yang merupakan tarian tradisional dari Kabupaten Kerinci. Awalnya tari ini digunakan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam dan hanya dilakukan oleh kaum pria. Namun sejak tahun 1950-an, tari Rangguk mulai dipentaskan oleh kaum wanita. Kata Rangguk sendiri artinya mengangguk.

Selain itu ada Tari Asek Inak Kaco. Tarian ini mengandung unsur magis berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang pada zaman dulu untuk meminta perlindungan sesuai kepercayaan saat itu. Tari ini menunjukkan kekebalan yang konon merupakan perlindungan dari nenek moyang.

Selain ragam seni, Desa Wisata Pentagen juga memiliki ragam budaya. Beberapa diantaranya adalah Menjalan Pemimpin, yakni tradisi yang dimaksudkan untuk halal bihalal antara rakyat dengan pemimpinnya dengan cara diarak keliling kampung. Tujuannya ingin menunjukkan keadaan desa dan warganya pada para pemimpin. 

Selain itu juga ada Kenduri Seko, upacara ini dilaksanakan 3 tahun sekali untuk melantik Depati Ninik Mamak. Dalam upacara ini dilakukan serah terima jabatan dari pemangku adat lama pada pemangku adat yang baru dengan menyerahkan alat pusaka di desa yang berupa Alquran yang ditulis tangan oleh nenek moyang yang pertama kali tinggal di Desa Pentagen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelajah Desa Wisata Rejowinangun dan Festival Pasar Rakyat Meriahkan Festival Kreatif Lokal 2022

Jelajah Desa Wisata Rejowinangun dan Festival Pasar Rakyat Meriahkan Festival Kreatif Lokal 2022

Lifestyle | Senin, 12 September 2022 | 17:31 WIB

Terkini

Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter

Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:12 WIB

Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras

Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:09 WIB

Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:07 WIB

Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:03 WIB

5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC

5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:02 WIB

6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"

6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:01 WIB

Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan

Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:00 WIB

Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:58 WIB

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:56 WIB

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

Malang | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:48 WIB

×